Breaking News:

Korban Tembak di Intan Jaya

Komnas HAM Papua Kesulitan Gali Keterangan Korban Tembak, Agustina Hondou Tak Bisa Bahasa Indonesia

Korban tidak dapat berbahasa berbahasa Indonesia. Jadi ini juga kesulitan tersendiri bagi tim Komnas HAM menggali keterangan lebih banyak

Komnas HAM Papua Kesulitan Gali Keterangan Korban Tembak, Agustina Hondou Tak Bisa Bahasa Indonesia
Tribun-Papua
KETERANGAN PERS - Kepala Kantor Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey saat memberikan keterangan kepada awak media.

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Peristiwa tertembaknya warga Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya bernama Agustina Hondou, terus menjadi perhatian jajaran Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) Provinsi Papua.

Masih Ingat AKBP Untung Sangaji: Di Merauke, Dia Ajari Pemuda Papua Budidaya Labu Madu 

Secara khusus, anggota Komnas HAM Papua menjenguk sekaligus meminta keterangan dari korban yang saat ini masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Mitra Masyarakat di Timika, Kabupaten Mimika Provinsi Papua.

Kepala Kantor Komnas HAM Papua, Frits Ramandey mengatakan, sesuai keterangan atau  pernyataan yang disampaikan Agustina Hondou, yang menggunakan bahasa daerah dan diterjemahkan, kalua yang bersangkutan ditembak. Bukan tertembak seperti informasi yang pernah beredar.

Pasutri yang Dianiaya Satpol PP di Gowa Jadi Tersangka, Bohong soal Hamil dan Terancam 10 Tahun Bui

“Dari keterangan yang bersangkutan yang menggunakan bahasa daerah, dia bilang tidak ada kontak senjata, tapi dia ditembak. Sekali lagi ini keterangan korban ya,” terang Frits Ramandey, kepada awak media, Senin (22/11/2021) di Jayapura.

Sekadar diketahui, Agustina Hondou ditembak di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Selasa (9/11/2021).

Numbay Creative Festival Bawa Berkah, Wawali Jayapura: Satu Malam UMKM Untung Rp 1 Juta Lebih

Sayangnya, Komnas HAM perwakilan Papua belum dapat menggali lebih banyak informasi dari korban mengenai peristiwa yang menimpanya itu, mengingat kondisi Kesehatan dan psikologis yang bersangkutan belum memungkinkan untuk memberi keterangan lebih banyak lagi.  

"Dan korban tidak dapat berbahasa berbahasa Indonesia. Jadi ini juga kesulitan tersendiri bagi tim Komnas HAM menggali keterangan lebih banyak. Termasuk kondisi Mama Agustina Hondou juga belum memungkinkan," ujarnya.

Pemprov Papua Barat Dukung DOB, Gubernur: Tinggal Tunggu Jakarta, Kapan Bikin Pemekaran

Masih menurut Frits, Komnas HAM sudah bertemu pihak Kodam XVII Cenderawasih, dan mereka menyatakan telah mengirim tim juga untuk melakukan investigasi lebih mendalam terkait peristiwa tersebut.

“Kodam XVII Cenderawasih juga mengirim tim melakukan investigasi. Termasuk meminta keterangan kepada anggota anggotanya,” katanya.

Komnas HAM perwakilan Papua memastikan korban mengalami dua luka tembak, di bagian perut sebelah kanan dan di mata bagian kanan.

UMP Papua Barat 2022 Naik, Gubernur Dominggus Mandacan: Mewujudkan Kehidupan Pekerja Lebih Layak

"Menurut dokter ada benda asing dalam mata korban, sehingga harus dikirim ke Makassar untuk mendapatkan pertolongan medis lebih jauh. Kami menduga mata korban terkena rekoset," ucapnya.

Komnas perwakilan Papua telah meminta Pemerintah Kabupaten Intan Jaya, agar segera merujuk korban ke Makassar. 

“Rumah sakit di Timika tidak bisa ambil Tindakan medis, karena fasilitas dan sumber daya manusianya yang belum memadai. Rumah sakit di Jayapura juga tidak bisa menangani, sehingga korban mesti dirujuk ke Makassar,” tandasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved