Breaking News:

Verawaty Fajrin Wafat

Verawaty Fajrin Wafat, Berikut Kisah Legenda Badminton Putri Pertama dari Indonesia

VERAWATY FAJRIN berpulang pada Minggu (21/11/2021) pagi, setelah berjuang melawan kanker paru-paru. Berikut kisah perjalanan hidup sang juara dunia.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Verawaty Fajrin saat menjadi salah satu pembawa obor Asian Games 2018. (ANTARA/BAYU KUNCAHYO) 

Pada suatu hari, seperti ditulis harian Kompas edisi 26 Januari 1974, Verawaty bermain badminton melawan anak Ferry, Cynthia.

Saat itu, Cynthia sudah mengikuti pelatihan untuk mengikuti kejuaraan anak-anak se-Jakarta, sementara Verawaty tidak. Yang terjadi, Verawaty menang.

Baca juga: Prabowo, Megawati, dan Puan Bertemu di Istana Presiden: Isyarat Berkoalisi di 2024 ?

Sejak itu, Ferry mewanti-wanti Wiharjo untuk memberikan perhatian khusus terhadap Verawaty. Dia bilang, kelak Verawaty akan menjadi pemain yang disegani. 

Prestasi Verawaty mulai menjadi juara sejak 1968 di kejuaraan anak-anak dan remaja. Namun, namanya belum terkenal juga.

Untuk laga Pekan Olahraga Nasional (PON) VIII pada 1973 pun, Verawaty semula tidak masuk skuad DKI Jakarta.

Lagi-lagi iseng, Verawaty berduet dengan ibundanya, Virgawaty, dalam laga uji coba. Tak disangka, mereka bisa mengalahkan pasangan yang disiapkan DKI Jakarta untuk PON tersebut.

Dari iseng-iseng di try out itu, Verawaty akhirnya masuk skuad DKI Jakarta untuk PON VIII.

Meskipun, di ajang ini prestasinya belum maksimal. Namun, saat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menggelar duel meet dengan tim Swedia, Verawaty membabat semua lawannya dengan skor di bawah 10.

Eddy Kurniawan mengangkat Piala Sudirman 1989. Gambar diambil pada 26 Mei 1989. Verawaty Fajrin salah satu penyumbang poin kemenangan yang mengantarkan Indonesia memenangi Piala Sudirman 1989.(KOMPAS/JULIAN SIHOMBING)
Eddy Kurniawan mengangkat Piala Sudirman 1989. Gambar diambil pada 26 Mei 1989. Verawaty Fajrin salah satu penyumbang poin kemenangan yang mengantarkan Indonesia memenangi Piala Sudirman 1989.(KOMPAS/JULIAN SIHOMBING) (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Ingat, waktu itu sistem skor badminton masih menggunakan yang lama, poin hanya didapat ketika pemain memegang serve. Di sistem sekarang, poin bisa didapat pemain sekalipun tak sedang memegang serve. 

Puncak karier

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved