Breaking News:

Papua Terkini

6 WNA China Tanpa Paspor Ditangkap di Waropen Papua

Sebanyak Enam orang warga negara asing (WNA) asal china, berhasil diamankan personel Kodim 1709/Yawa, yang berlokasi di Kampung Sewa.

Istimewa
Sebanyak enam Warga Negara Asing asal China yang di amankan di Waropen. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Sebanyak Enam orang warga negara asing (WNA) asal china, berhasil diamankan personel Kodim 1709/Yawa, yang berlokasi di Kampung Sewa, Distrik Wapoga, Kabupaten Waropen.

Keenam Warga Negara Asing (WNA) asal China tersebut diamankan pada, Minggu (21/11/2021).

Komandan Kodim 1709/Yawa Letkol Inf Leon Pangaribuan mengatakan, berawal dari informasi warga yang mengatakan keberadaan mereka.

Baca juga: Lindungi Pemain, Pendaftaran BPJS Jadi Syarat Klub-Klub Tampil di Liga 1 dan 2

"Kami mendapatkan informasi dari salah satu warga tentang keberadaan mereka, yang sedang melakukan aktifitas penambangan emas ilegal di Kampung Sewa Distrik Wapoga," kata Leon dalam rilis yang diterima Tribun-Papua.com, Selasa (23/11/2021).

Dia mengatakan, keenam orang WNA yang diamankan, oleh personel Koramil 1709-03/Warbah dipimpin oleh Serma Dedy Setiawan Danposramil.

"Personel Kodim turun langsung kelapangan dan mendapatkan enam orang WNA, kemudian dilanjutkan pemeriksaan, namun ke-6 warga asing tersebut tidak dapat menunjukkan tanda pengenal maupun dokumen resmi (Paspor) dari negara asalnya," ujarnya.

Lebih lanjut, kemudian personel Kodim membawa para WNA utuk dimintai kerangan.

"Setelah dimintai keterangan, diperoleh informasi bahwa ke-6 warga asing tersebut bernama Ge Junfeng (48), Lein Feng (37), Yan Gangping (41), Tan Liguo (54 ), Tan Lihua (58), dan Lu Huacheng (38 ) yang berasal dari Negara China," katanya.

Baca juga: I Nyoman Ansanay, Sang Mantan Kembali ke Pelukan Persipura Usai Tuntas di PON Papua

Ke-enam WNA tersebut baru saja memasuki hari ke empat keberadaan mereka di Kampung Sewa Distrik Wapoga Kabupsten Waropen.

"Mereka tidak mempunyai dokumen resmi atau Pasport, dan juga keenam WNA ini juga tidak memiliki kemampuan berbahasa Indonesia," jelasnya.

Dia mengatakan, untuk proses selanjutnya pihaknya akan kawal untuk diberangkatkan ke Korem 173/PVB dan dilanjutkan penyerahan prosesnya kepada Kantor Keimigrasian Biak. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved