Breaking News:

Papua Terkini

Lukas Enembe: Perlu Ada Ruang Diskusi Antara Papua dan Pusat Soal Otsus

Gubernur Lukas berharap agar pemerintah pusat dapat merumuskan baik seluruh kebijakan dalam kerangka undang-undang Otsus.

Tribun-Papua.com/Calvin Erari
Gubernur Papua, Lukas Enembe. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Gubernur Papua Lukas Enembe berencana membuka ruang diskusi bersama pemerintah pusat untuk membahas kebijakan Otonomi Khusus (Otsus).

"Saya pada dasarnya ingin membuka ruang diskusi yang lebih luas bersama pemerintah pusat dalam membahas kebijakan yang berkenaan dengan Papua," kata Enembe dalam rilis yang diperoleh Tribun-Papua.com, Selasa (23/11/2021).

Sebab kata dia, hal tersebut sangatlah penting dalam membangun harmonisan dalam membentuk peraturan dan perundang-ungan tentang Otsus di Papua.

"Betapa pentingnya harmonisasi dalam membentuk suatu peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Papua, salah satunya beasiswa unggul yang telah berlangsung cukup lama," ujarnya.

Baca juga: Mengenang Alfredo Vera dan Eksodus Pemain Persipura Medio 2016, Kini Dipanggil Pulang

"Hal tersebut adalah konsepsi dan kesadaran saya akan pentingnya pendidikan dalam mewujudkan kebangkitan, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Papua yang berkeadilan."

Gubernur Lukas berharap agar pemerintah pusat dapat merumuskan baik seluruh kebijakan dalam kerangka undang-undang Otsus.

Sebab, pendidikan adalah kunci terbaik bagi generasi yang akan datang dalam membangun Provinsi Papua.

"Saya tidak ingin adanya perubahan kebijakan hingga berakibat adanya pengurangan ataupun relokasi anggaran sektor pendidikan. Sebab cerah atau tidaknya masa depan Papua sangat ditentukan pada kualitas generasi muda yang saat ini sedang mengenyam pendidikan," jelasya.

Baca juga: Kontak Tembak 6 Jam, Tendius Gwijangge Gembong KKB Papua yang Tewaskan Sertu Ari di Yahukimo

Curhatan Lukas menyusul nasib pelajar dan mahasiswa Papua yang kini tengah mengenyam pendidikan di berbagai kota studi di Indonesia dan luar negeri.

Hal ini juga terkait keberlangsungan Dana Otsus khususnya bagi aspek pendidikan, termasuk beasiswa.

Pernyataan Lukas juga untuk merespon adanya perubahan yang telah diterbitkannya dalam undang-undang nomor 2 Tahun 2021 tentang perubahan kedua undang-undang nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Bagi Provinsi Papua terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2021 tentang Kewenangan dan Kelembagaan Pelaksanaan Kebijakan Otonomi Khusus Provinsi Papua dan Peraturan Pemerintah Nomor 107 tahun 2021 tentang tentang Penerimaan, Pengelolaan, Pengawasan, dan Rencana Induk Percepatan Pembangunan Dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Khusus Provinsi Papua Kebijakan Otonomi Khusus Provinsi Papua.

Baca juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Berkomitmen Tetap Teruskan Beasiswa Unggul Papua

"Saya mengajak kepada seluruh elemen di Papua untuk bersama-sama dengan pemerintah pusat membangun jalur komunikasi yang konstruktif, efektif dan berkelanjutan," katanya.

"Adik-adik mahasiswa senantiasa memanfaatkan kesempatan untuk mematangkan diri melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di tempat pendidikannya masing-masing, kami Pemprov Papua akan terus berupaya."

Baca juga: Dokumen Siap, Pemerintah Perjuangkan Status Manokwari Jadi Kota Madya

Lukas Enembe juga mengatakan dirinya berkomitmen untuk tetap memelihara lilin harapan, agar putra-putri terbaik Papua memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bagian dari Program Beasiswa di tahun berikutnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved