Breaking News:

Liga 1

Dilaporkan Atas Dugaan Pengaturan Skor, Ketum PSSI: Bambang Suryo Harus Dihukum Berat

Usai praktik pengaturan skor terjadi di kompetisi Liga 2 tepatnya pada klub Perserang Serang, kini praktik serupa terjadi di Liga 3.

Editor: Roy Ratumakin
(KOMPAS.com/HENDRA CIPTA)
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUN-PAPUA.COM, JAKARTA – Usai praktik pengaturan skor terjadi di kompetisi Liga 2 tepatnya pada klub Perserang Serang, kini praktik serupa terjadi di Liga 3.

Ketua Komite Disiplin PSSI, Erwin Tobing mengatakan dugaan pengaturan skor ditemukan dalam laga antara Gresik Putra (Gestra) Paranane FA melawan Persema Malang dan Gestra Paranane FA menghadapi NZR sumbersari FC.

Komdis Asprov Jawa Timur pun resmi melaporkan Bambang Suryo, David, Billy dan Ashonri kepada Polda Jawa Timur ada dugaan pengaturan skor di dua laga tersebut.

Baca juga: Ketum PSSI Ungkap: Ada Settingan di Acara Mata Najwa Soal Pengakuan Wasit Liga 1

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan merasa heran Bambang Suryo yang di tahun 2018 telah terbukti terlibat pengaturan skor dan dihukum seumur hidup tak boleh beraktivitas di lingkungan sepakbola tapi kali ini justru kembali terlibat.

Bahkan dalam program Mata Najwa baru-baru ini, Bambang Suryo yang menjadi narasumber sempat mengatakan dirinya tak akan lagi berkecimpung di dunia match fixing.

“Bambang Suryo kan 2018 sudah dihukum seumur hidup tidak boleh beraktivitas di sepakbola tapi kenapa klub itu masih pakai lagi, dan kenapa juga Mata Najwa pakai Bambang Suryo sebagai Narasumber sudah tahu dia bermasalah,” kata Iriawan, Selasa (23/11/2021).

“Saya berharap polisi bisa memberikan hukuman setimpal untuk Bambang Suryo, dengan bukti-bukti yang akan diungkap oleh pihak kepolisian. Sekarang kan pihak kepolisian masih menyelidiki dulu kalau sudah itu baru naik ke tahap penyidikan, saya minta kepada jawa timur benar-benar ungkap,” sambungnya.

Baca juga: Tertuduh Match Fixing, 84 Wasit Liga 1 Siap Tuntut Program Mata Najwa

“Kalau benar-benar terungkap saya minta agar pihak kejaksaan menuntut tinggi dan hakim menjatuhkan hukuman setimpal,” tegas Iriawan.

Lebih lanjut. pria yang akrab disapa Iwan Bule itu menegaskan dirinya sebagai Ketum PSSI bakal memberantas praktik pengaturan skor bila masih ada di kompetisi Liga 1, 2 dan 3.

Bahkan ia tak segan-segan apabila ada pengurus PSSI yang terlibat dan akan langsung menyerahkan orang tersebut kepada pihak Kepolisian.

“Benar itu kata Pak Riyadh, dia itu berlindung di balik Mata Najwa, ternyata dia pemainnya sekarang terbukti makanya kebenaran akan muncul, saya tidak pernah takut menghadapi siapa juga demi kebenaran,” kata Iwan Bule.

“Kita kemarin dituduh bermain, kalau ada yang terbukti nanti saya dorong juga, sekali lagi jangan main-main terhadap sepakbola. Saya akan dorong terus ke polisi dan polisi juga komitmen akan mengungkap tuntas masalah ini. Saya ingin sepakbola kita bersih dan enak ditonton,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved