Breaking News:

Hari Guru Nasional

30 Tahun Mengapdi Sebagai Guru, Nasriah: Budaya Kebersamaan di Papua Cukup Kental

Ia mengungkapkan, sejak diangkat dan ditetapkan untuk bertugas untuk menjadi guru di Papua, dirinya berada di SMA N 5 Genyem.

Tribun-Papua.com/Tirza Bonyadone
Telah mengapdi sebagai seorang guru sejak tahun 1991, satu di antara Guru Biologi SMA N 2 Jayapura (Smanda) Haja Nasriah S Pd akui budaya kebersamaan sangat kental di Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Telah mengapdi sebagai seorang guru sejak tahun 1991, satu di antara Guru Biologi SMA N 2 Jayapura (Smanda) Haja Nasriah S Pd akui budaya kebersamaan sangat kental di Papua.

Ia mengungkapkan, sejak diangkat dan ditetapkan untuk bertugas untuk menjadi guru di Papua, dirinya berada di SMA N 5 Genyem.

Dari situlah ia belajar mengenal siswa-siswi yang ada di Kota Jayapura.

Baca juga: Pembangunan Bandara Siboru di Fakfak Papua Barat Ditargetkan Selesai di 2022, KSP: Kami Kawal Terus

"Jadi awalnya saya melihat bahwa ada suatu budaya yang luar biasa dari wilayah Papua ini. Pertama saya lihat kebersamaan mereka, kita tidak akan melihat ini di kota besar lainnya," kata wanita itu kepada Tribun-Papua.com, Kamis (25/11/2021) sambil matanya berkaca-kaca.

Dirinya mencoba menceritakan, bagaimana ia menjadi guru perempuan satu-satunya yang berada di SMA tersebut, menjadi Guru Sejarah, Keterampilan Pertanian dan Agama saat itu.

"Sebagai seorang guru, kita harus serba bisa karena ada beberapa tempat yang daerahnya belum maju, itu kita dituntut untuk bisa menjadi teladan serta memajukan mereka," ujarnya.

Setelah itu, Nasriah sapaan akrabnya membeberkan tahun kepindahannya di SMA N 2 Jayapura, pada tahun 1993 hingga saat ini.

Baca juga: Aspirasi Pemekaran Provinsi Papua Selatan Disampaikan ke Pemprov, Ada 4 Kabupaten yang Dicetuskan

"Waktu saya pindah ke sini tentu ada bedanya ya, gedung bangunan tidak sebanyak dan seluas ini dan masih tanah merah. Disertai, rekan guru yang masih sedikit," ungkapnya.

Akan tetapi, hal tersebut tidak mengoyahkan niatnya untuk tetap memberikan pendidikan di sekolah itu.

"Saya katakan pada siswa-siswi bahwa, setiap murid bisa menjadi lebih dari yang mereka pikirkan dan tahu. Saya tidak ingin mereka melupakan siapa dirinya, untuk itu saya ada di sini," tegas wanita asal Makassar, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Hari Guru 25 November, K-Jaya Laundry Sentani Cuci Pakaian Gratis Bagi Para Guru

Sementara itu, selama bekerja 30 tahun terakhir ini ia mulai merasakan apa yang telah dia berikan kepada para anak didiknya.

"Anak-anak murid di SMA N 2 ini banyak yang telah menempuh pendidikan di luar Papua. Contohnya seperti dua anak kita yang di Kantor Pertanahan, yang bisa melakukan droun untuk sertifikat tanah dengan melakukan pengukuran dengan pesawat, sudah ada pilotnya," ungkapnya sembari menunjukan wajah senyum dibalik masker putih.

Untuk itu, generasi masa depan lulusan sekolahnya pasti bisa lebih dari ini.

"Kita bisa sampai ke skala Nasional hingga Internasional, dengan memiliki tekat dan kerja keras. Kami sebagai guru pun pasti ikut bangga, karena ini loh anak murid kita," katanya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved