Breaking News:

Peringatan Hari Guru Nasional

Akademisi Uncen Nilai Nasib Guru di Papua Masih Buruk

Di Papua banyak guru yang tertinggal, selama ini di kawasan Indonesia bagian barat yang melakukan pendidikan guru profesional

Penulis: Musa Abubar | Editor: M Choiruman
ISTIMEWA
ILUSTRASI Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2021 

Laporan Wartawan Tribun-Papua,Musa Abubar

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Hari Guru Nasional pada 25 November yang diperingati setiap tahun, diharapkan bukan sekadar seremoni. Peringatan ini menjadi perhatian bagi semua pihak untuk memperhatikan nasib para guru.

Akademisi Universitas Cenderawasih Jayapura, Wilius Kogoya yang juga dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uiversitas Cenderawasih (Uncen) mengatakan, nasib guru berkaitan dengan sertifikasi guru di Papua masih kacau.

Bantu Iuran 17 Ribu Warga, Kejaksaan Negeri Timika Dapat Penghargaan dari BPJS Kesehatan

Terbukti, belum diurus dengan baik, melalui momentum ulang tahun guru ini perlu diperhatikan dengan baik.

Dia menyebut, nasib guru lainnya yakni pendidikan guru profesional, di Papua banyak guru yang tertinggal, selama ini di kawasan Indonesia bagian barat yang melakukan pendidikan guru profesional.

"Pendidikan profesional guru di Papua banyak yang belum dilayani, belum ada pendidikannya. Akhirnya selalu guru yang mengakses pendidikan melalui daring," kata Wilius Kogoya via telepon kepada Tribun-Papua.com, Kamis (25/11/2021).

7 Seniman Mural Unjuk Kreativitas di Tembok Kompas Gramedia Sepanjang 110 Meter

Menurut dia, harusnya ada sarana seperti komputer untuk melatih seorang guru, ini satu persoalan yang harus diperhatikan.

Selanjutnya, kata dia, hingga kini banyak sekolah di Papua yang akreditasinya masih di bawah rata-rata, banyak sekolah yang akreditasi C banyak juga yang akreditasi D.

Wajah pendidikan di era otonomi khusus ini masih rendah. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah di wilayah paling timur ini.

Tenaga Kesehatan Harus Kreatif Bikin Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 di Daerah Terpencil

"Para bupati perlu memperhatikan dengan baik supaya Kepala Sekolah bisa bagus, kualitas guru,"ujarnya.

Bagi dia, dimasa pandemi ini pemerintah perlu memberikan sarana dan prasarana belajar berupa laptop dan komputer ke sekolah, dengan begitu dapat meningkatkan mutu pendidikan di Papua.

Ia menambahkan, banyak guru yang kesejahteraannya kurang diperhatikan, profesional guru itu banyak tak terpenuhi akhirnya kesejahteraan guru tak diperhatikan, kedepan pemerintah memperhatikan nasib guru ini. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved