Breaking News:

Awalnya Dijanjikan Pekerjaan, Sebanyak 29 Perempuan Ternyata Dijadikan PSK oleh Seorang 'Mami'

Mami Ambar berhasil ditangkap Unit III Renakta Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim pada 16 November lalu.

Editor: Claudia Noventa
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
ILUSTRASI - Muncikari di Lumajang Ditangkap, Janjikan Pekerjaan bagi 29 Perempuan 

TRIBUN-PAPUA.COM - Sebanyak 29 perempuan dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK) oleh seorang wanita paruh baya yang kerap dipanggil 'Mami Ambar'.

Kasus tersebut terungkap setelah 'Mami Ambar' atau Nias (41) ditangkap oleh pihak kepolisian lantaran kedapatan menjadi muncikari di daerahnya sejak 2019.

Diketahui, Nias  merupakan warga Suko RT 03/ RW 02, Kelurahan Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Baca juga: Pembunuh Bocah 10 Tahun Tetangga Sendiri yang Masih SMA, Pelaku sempat Pura-pura Ikut Cari Korban

Baca juga: Polisi Sebut Pelaku Pembunuhan Bocah 10 Tahun Kecanduan Video Dewasa, Banyak Disimpan di Ponsel

Mami Ambar berhasil ditangkap Unit III Renakta Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim pada 16 November lalu.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menuturkan bahwa korban Mami Ambar mencapai 29 perempuan yang terdiri dari 23 dewasa dan enam orang di bawah umur.

"Peristiwa ini terjadi di Wisma Penantian Dusun Suko, Lumajang pada 16 November 2021 sekira pukul 00.30 WIB, dan sudah beroperasi sejak dua tahun lalu (2019)," ucap Gatot saat melakukan pres rilis di Mapolda Jatim, Kamis (25/11/2021).

Menurut Gatot, Mami Ambar mendapatkan 29 perempuan itu dengan cara menawarkan pekerjaan melalui Facebook untuk dijanjikan pekerjaan sebagai Ladies Companion (LC) di Bali dengan gaji yang sangat besar.

"Modusnya, tersangka menawarkan pekerjaan melalui akun media sosial kepada korban, dijanjikan jadi LC di Pulau Bali dengan gaji yang besar Rp 10-15 juta per bulan," kata Gatot.

Janji tersangka itu membuat korban yang datang dari berbagai daerah tertarik, mulai dari Bandung, Lampung, maupun Jakarta.

Nyatanya, lanjut Gatot, puluhan perempuan ini justru dijerumuskan menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) Kabupaten Lumajang dengan tarif Rp 200.000.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved