Breaking News:

Webinar UNICEF

Guru SMKN 1 Jayapura Minta PDAM Lancarkan Aliran Air Demi Sanitasi Sehat di Sekolah

Guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Jayapura meminta PDAM agar dapat melancarkan aliran air guna menerapkan sanitasi di sekolah.

UNICEF for Tribun-Papua.com
ILUSTRASI: Wash Officer UNICEF Indonesia Reza Hendrawan meminta pihak sekokah, agar menyediakan tempat pencuci tangan bagi para siswa, dan tidak harus dalam bentuk yang mewah atau high class, Kamis (5/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Jayapura meminta PDAM agar dapat melancarkan aliran air guna menerapkan sanitasi di sekolah.

Permintaan itu disampaikan perwakilan Guru SMKN 1 Jayapura Asdina Arista Tarigan, dalam webinar seri ke-4 terkait sanitasi di sekolah, yang digagas Pemprov Papua, bersama Unicef dan Yayasan Noken, Kamis (25/11/2021). 

"Satu hal yang menjadi kendala bagi kami ialah kelancaran air, tetapi saat ini mohon maaf untuk dikatakan, air hujan lebih lancar dari pada air dari PDAM," jelasnya. 

Baca juga: Kecewa Implementasi Otsus, Ini Maksud Lukas Enembe Menarik Mahasiswa Papua Penerima Beasiswa

Saat ini, pihaknya bahkan harus membeli air, dan menempatkannya di tandon-tandon, agar dapat mengakses air bersih di sekolah. 

"Diupayakan untuk bisa mengalir, namun kalau dari tandon itu kan tidak bisa terus menerus kita harapkan dari situ," keluhnya. 

Baca juga: Bupati Didimus Yahuli: Ultimatum OPM di Yahukimo Hanyalah Propaganda, Warga Jangan Terprovokasi

Melalui acara webinar tersebut, dirinya menyerukan kepada PDAM Kota Jayapura untuk dapat lebih semangat lagi menyambut era new normal.

Hingga saat ini pihaknya masih merasa dilema, karena selama 2 tahun berada dalam situasi vakum akibat pandemi Covid-19. 

Terkait dengan fasilitas sanitasi di sekolah, pada awal penempatan, Asdina mengaku sangat kagum dengan kondisi sarpas sanitasi yang mendukung. 

Baca juga: Nelson Alom Beberkan Kunci di Balik Garangnya Kembali Penampilan Persipura

Seiring berjalannya waktu, Asdina mengutarakan banyak hal yang butuh direnovasi. 

"Tetapi melalui acara ini, satu visi yang kami tangkap, ialah menjunjung tinggi SDM yang bisa mampu," tambahnya. 

Pihaknya juga, di sekolah walau masih sebatas rencana, namun akan mengedepankan penggunaan pembalut kain. 

Baca juga: Pukul Wasit dan Berkata Kasar Penyebab Todd Rivaldo Ferre Dilarang Bermain 1 Tahun

"Itu jauh lebih higienis, bersih, dan terjaga, karena kami mencuci, dan menyetrikanya, justru itu lebih sehat," sambungnya.(*) 

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved