Breaking News:

Hari Guru Nasional

Kisah Esterlino Neno, 7 Tahun Jadi Guru Honorer di Daerah Perbatasan Indonesia - PNG

kisah seorang guru asal NTT, bernama Esterlino Neno (31) yang mengabdi di daerah Perbatasan Indonesia dan Papua Nugini, tepatnya di Kampung Skouw.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Esterlino Neno for Tribun-Papua.com
Seorang guru asal Nusa Tenggara Timur (NTT) Esterlino Neno (31), yang masih berstatus honorer di TK Kristen Haleluya Terpadu Skouw Yambe, Jayapura Papua, Kamis (25/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Momentum Hari Guru 25 November 2021, tentunya menyisakkan banyak potret guru dan pendidikan di tanah air.

Salah satunya, kisah seorang guru asal NTT, bernama Esterlino Neno (31) yang mengabdi di daerah Perbatasan Indonesia dan Papua Nugini (PNG), tepatnya di Kampung Skouw Yambe Jayapura.

Dalam kesempatan wawancara bersama Tribun-Papua.com Kamis (25/11/2021), wanita yang akrab disapa Ester itu, mengisahkan suka dukanya, menjadi seorang guru honorer selama 7 tahun.

Baca juga: 30 Tahun Mengapdi Sebagai Guru, Nasriah: Budaya Kebersamaan di Papua Cukup Kental

"Mulanya saya ke Papua sejak tahun 2015, setelah surat penempatan saya keluar, maka saya berangkat ke Papua dari NTT, kesan awal Papua itu menakutkan," katanya.

Saat itu, kala tau dirinya diberangkatkan ke Papua, Ester mengaku hatinya bergejolak, lantaran memikirkan nasib hidupnya di Papua kelak.

"Terlebih saat itu berita yang kita dengar, di Papua sering kacau balau, ada perang di sana dan di sini, di mana-mana, sehingga sempat terbesit rasa cemas," terangnya.

Hal itu, juga didukung oleh sikap orangtuanya, yang belum rela melepas kepergian putri kesayangan mereka, ke tanah rantau, yakni Papua.

"Papua itu tantangan besar, karena berhadapan dengan keluarga yang tidak setuju dengan keputusan saya untuk berangkat, tetapi tidak tau mengapa, saya merasa terpanggil mengabdi di Papua," sambung Ester.

Dirinya mengaku bersyukur karena dapat melewati hambatan awal dari pihak keluarga, yang sempat mengkhawatirkannya, untuk menjadi guru di provinsi paling ujung timur Indonesia itu.

Baca juga: Hari Guru Nasional 2021 di saat Pandemi, Nadiem Bagi Cerita: Mereka Justru Menyalakan Obor Perubahan

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved