Breaking News:

Internasional

Perdana Menteri Wanita Pertama Swedia Mundur Setelah 12 Jam Menjabat, Ini Penyebabnya

Andersson ditunjuk sebagai perdana menteri wanita pertama Swedia pada hari sebelumnya, tetapi masa jabatannya terbukti terpendek dari pendahulunya.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Magdalena Andersson berpose selama konferensi pers setelah diangkat sebagai perdana menteri wanita pertama Swedia di parlemen Swedia di Stockholm pada Rabu (24/11/2021). 

Dia mengambil alih sebagai perdana menteri dari Stefan Lofven sebagai kepala koalisi minoritas yang didukung oleh partai Kiri dan Tengah.

Tetapi aliansi itu runtuh, dengan Partai Tengah menolak untuk mendukung RUU keuangan pemerintah.

Anggaran Ditolak

Pemerintah kalah suara dalam persetujuan rencana anggaran di parlemen.

Proposal anggaran pemerintah ditolak, namun proposal yang diajukan oposisi diloloskan dengan perbandingan suara 154-143 untuk oposisi.

Hal ini mendorong Partai Hijau untuk menarik diri dari koalisi dan membuat Andersson tidak punya pilihan selain menyerahkan pengunduran dirinya.

Baca juga: OPM Ultimatum Bupati Hingga Warga Non-Papua di Yahukimo Usai Serang Pos TNI

Ketua parlemen Andreas Norlen mengatakan dia akan menghubungi delapan pemimpin partai Swedia "untuk membahas situasi".

Pada hari Kamis, dia akan mengumumkan langkah selanjutnya untuk parlemen yang memiliki 349 kursi.

Penunjukan Andersson sebagai perdana menteri telah menandai tonggak sejarah bagi Swedia, yang selama beberapa dekade dipandang sebagai salah satu negara paling progresif di Eropa dalam hal hubungan gender, tetapi belum memiliki seorang wanita di posisi politik teratas.

(Tribunnews.com/Aljazeera/CNA/Hasanah Samhudi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 12 Jam Setelah Diangkat, Perdana Menteri Swedia Mundur Karena Koalisi Bubar, 

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved