Breaking News:

Webinar UNICEF

SD YPPK Bonaventura Sentani Punya 12 Tempat Cuci Tangan untuk Jaga Sanitasi

Sekolah Dasar (SD) YPPK Bonaventura Sentani memiliki 12 sarana pencuci tangan, guna menunjang sanitasi dan kebersihan para muridnya.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
WEBINAR UNICEF - Guru di Sekolah Dasar (SD) YPPK Bonaventura Sentani Agustina Sriprihatin, menyebutkan terdapat 12 sarana pencuci tangan, guna menunjang sanitasi para murid, Kamis (25/11/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sekolah Dasar (SD) YPPK Bonaventura Sentani memiliki 12 sarana pencuci tangan, guna menunjang sanitasi dan kebersihan para muridnya.

Hal itu dikatakan Guru SD YPPK Bonaventura Sentani Agustina Sriprihatin, dalam webinar Unicef seri ke-4, yang ditayangkan Tribun-Papua.com Kamis (25/11/2021).

"Jadi memang di setiap kelas itu, ditempatkan 2 fasilitas tempat cuci tangan, untuk para siswa, termasuk ruang perpustakaan," jelasnya.

Baca juga: Kabid SMK Dinas PPAD Provinsi Papua Buka Webinar Seri ke-IV Unicef dan Yayasan Noken

Menurutnya, mencuci tangan sebelum memulai pembelajaran di kelas perlu dibiasakan oleh para warga sekolah, termasuk murid dan guru.

"Kalau untuk ketersediaan air di SD Bonaventura, syukurnya sangat lancar karena memang kami gunakan air dari PDAM dan sumur bor dari air tanah," jelasnya.

Sementara itu, Agustina menyebutkan untuk di dalam toilet, SD YPPK Bonaventura Sentani mempunyai 10 toilet, yang terdiri dari 4 toilet pria dan 6 toilet wanita.

"Kami memang belum menyediakan pembalut di kamar mandi ataupun toilet siswi, hanya biasa kalau siswi kelas 5 atau 6 yang mengalami menstruasi, dibawa ke ruang guru," jelasnya.

Baca juga: Terapkan Sanitasi Berbasis Gender, SMPN 7 Sentani Sediakan Pembalut di Toilet Siswi 

Dari pihak sekolah, biasanya menyediakan rok cadangan bagi siswi kelas 5 atau 6, yang tengah mengalami menstruasi, sehingga nantinya tidak menganggu proses pembelajaran di kelas.

"Siswi dapat kembali masuk ke ruang kelas, untuk mengikuti pembelajaran, dan tidak harus pulang ke rumah," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya mengucapkan terimakasih karena telah dilibatkan dalam webinar seri ke-4, sehingga dapat berdiskusi bersama terkait infrastuktur sanitasi di sekolah.

"Harapannya tentu, penyediaan fasilitas sanitasi ini dapat menjadi perhatian bagi pemerintah, atau dinas terkait, karena keberadaannya sangat penting," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved