Breaking News:

Vaksinasi Covid 19

Tenaga Kesehatan Harus Kreatif Bikin Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 di Daerah Terpencil

Upaya ini untuk meningkatkan pemahaman motivasi pelaksanaan vaksinasi. Nakes punya kreatifitas dari media-media sederhana agar dipahami masyarakat

Editor: M Choiruman
Tribunnews.com
ILUSTRASI Vaksinasi Covid-19. Tenaga kesehatan harus kreatif beri sosialisasi vaksinasi Covid-19 di daerah terpencil.  

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 masih menjadi perhatian serius pemerintah di semua tingkatan, baik pusat, provinsi hingga ke kabupaten dan kota di Indonesia. Tak heran berbagai upaya dilakukan agar masyarakat mau mengikuti vaksinasi.

Bahkan Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhillah juga mengatakan pelaksanaan vaksinasi untuk warga yang tinggal di pelosok dan terpencil tidaklah mudah.

Satgas Covid-19 Papua Barat Benarkan Masih ada Kepala Daerah Belum Vaksin: Kita Turun Sisir

Selain karena letak geografis, pemahaman yang kurang terhadap warga terkait manfaat vaksin Covid-19 juga menjadi kendala.

"Bukan karena hoaks (warga enggan divaksin), tetapi kurangnya pemahaman terhadap vaksinasi," kata Harif dalam kegiatan virtual dialog KCPEN, Rabu (24/11/2021).

Hal itulah yang mendorong tenaga kesehatan berkreasi dalam memberikan edukasi kepada warga. Seperti membuat simulasi vaksinasi dari barang-barang sederhana agar mudah dipahami. Serta mempelajari bahasa dan kebiasaan warga sekitar.

Update Virus Corona di Papua dan Papua Barat Hari Ini, Sabtu 20 November 2021: Kasus Capai 57.617

"Upaya ini untuk meningkatkan pemahaman motivasi pelaksanaan vaksinasi. Nakes punya kreatifitas dari media-media sederhana agar dipahami masyarakat," kata dia.

Senada dengan Harif, PLT Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Barat, Mustari Mula mengungkapkan, pemahaman dan sosialisasi yang masif dilakukan kepada masyarakat dapat meningkatkan partisipasi masyarakat untuk mengikuti vaksinasi.

Misalnya di Sulawesi Barat, provinsi dengan wilayah geografis yang cukup menantang, cakupan vaksinasi Covid-19 dosis lengkap terkini telah mencapai lebih dari 50 persen.

"Sebelum sosialisasi banyak masyarakat yang menghindari vaksinasi tetapi setelah informasinya sudah tiba di masyarakat bahwa pentingnya vaksin, maka pelaksanaan vaksinasi masyarakat lebih tinggi terutama di daerah-daerah terpencil," ungkap Mustari. (*) 

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved