Breaking News:

Jasad Gadis Dalam Karung

7 Fakta Kasus Jasad Gadis 10 Tahun di Dalam Karung, Dibunuh seusai Mengaji dan Pelaku Pelajar SMA

Pelajar SMA yang menjadi pelaku rudapaksa dan pembunuhan gadis 10 tahun yang merupakan tetangganya, di Kecamatan Pacet terancam hukuman mati.

Editor: Claudia Noventa
Tribun Jabar / Lutfi Ahmad
Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan di Mapolresta Bandung, Kamis (25/11/2021) saat ungkap perkara mayat dalam karung di Pacet. 

Lantaran belum juga ditemukan, orang tua korban kemudian mengumumkan lewat pengeras suara masjid, meminta bantuan warga untuk mencari korban.

3. Ditemukan di Belakang Rumah Korban

Akhirnya bocah perempuan tersebut ditemukan warga di belakang rumahnya setelah sempat hilang beberapa jam.

Bocah malang itu ditemukan dua orang warga yang melakukan pencarian ke belakang rumah.

"Jadi, warga ini mendapati sebuah karung di belakang rumah dekat bangunan musala, saat dibuka warga menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa," ujar Edi saat dihubungi Rabu (24/11/2021).

4. Tangan dan Mulut Dililit Lakban

Korban ditemukan di dalam karung dengan kondisi tak bernyawa, menggunakan baju lengkap tapi tak menggunakan celana dalam.

"Tangan sama mulutnya terlilit lakban, serta ada bekas kekerasan di muka dan kepala. Diduga meninggal akibat penganiayaan," katanya.

Jasad korban, kata dia, langsung dievakuasi warga dan melaporkan peristiwa itu ke kantor polisi.

Baca juga: 5 Fakta Kasus Jasad Bocah 10 Tahun di Dalam Karung: Kondisinya Mengenaskan hingga 6 Orang Diperiksa

5. Ada Kapak, Celana Tergantung dan Puntung Rokok

Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti seperti kampak, dua karpet, satu celana yang menggantung di dinding mushola, sebilah pisau dan asbak berisi puntung rokok.

Jasad korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit Bhayangkara.

Jasad korban selanjutnya diautopsi oleh dokter forensik.

6. Periksa Enam Saksi

Enam orang saksi diperiksa penyidik Polresta Bandung berkaitan dengan penemuan bocah dalam karung dengan kondisi tak bernyawa. 

Kasat Reskrim Polresta Bandung, Kompol Bimantoro Kurniawan mengatakan, enam orang saksi yang diperiksa itu merupakan warga dan kerabat korban. 

"Sekarang enam orang saksi sudah diperiksa dan masih melakukan pendalaman dulu, belum menetapkan tersangka," ujar Bimantoro, saat dihubungi Rabu (24/11/2021). 

Pihaknya mengaku masih membutuhkan waktu untuk melakukan pendalaman sebelum akhirnya menetapkan siapa pelakunya.   

"Ya, kami lakukan pendalaman untuk mengejar siapa pelakunya," katanya. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata dia, bocah perempuan berusia 10 tahun tersebut diduga merupakan korban penganiayaan. 

"Dari hasil pemeriksaan luar, korban dianiaya yang mengakibatkan meninggal dunia," ucapnya. 

Ketika disinggung motif, pihaknya belum dapat menyimpulkan motif dari pelaku menganiaya korban di bawah umur hingga meninggal. 

"Belum bisa kami simpulkan motifnya apa, karena kami masih melakukan pendalaman terhadap saksi-saksi," katanya.

Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan di Mapolresta Bandung, Kamis (25/11/2021) saat ungkap perkara mayat dalam karung di Pacet.
Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan di Mapolresta Bandung, Kamis (25/11/2021) saat ungkap perkara mayat dalam karung di Pacet. (Tribun Jabar / Lutfi Ahmad)

7. Pelaku masih siswa SMA

Pelaku perampasan nyawa bocah perempuan berusia 10 tahun itu adalah seorang pelajar SMA yang tinggal di dekat rumah korban.

Pelaku ditangkap di Majalaya, kurang dari 24 jam sejak kasus tersebut dilaporkan.

Pelaku yang masih di bawah umur itu ternyata juga pura-pura ikut mencari ketika korban diumumkan hilang dan dicari oleh warga. (*)

Berita Terkait Lainnya

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved