Breaking News:

Covid 19

Anggota Komisi X DPR, Putra Nababan Dorong Intensitas Pembelajaran Tatap Muka

Kemarin kita lihat selama sebulan dua bulan terakhir ini pendidikan tatap muka dilakukan, meskipun baru seminggu sekali atau dua minggu sekali

Editor: M Choiruman
ISTIMEWA
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP Putra Nababan dalam Dialog Produktif Kabar Kamis bertajuk Peran Aktif Guru Dalam Pemulihan Pendidikan pada Kamis (25/11/2021).  

TRIBUN-PAPUA.COM, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP Putra Nababan mendorong intensitas pembelajaran tatap muka ditingkatkan.

Putra mengatakan saat ini peserta didik sedang mengalami learning loss akibat pandemi Covid-19. Menurut dia, peserta didik kehilangan pengalaman belajar dan berinteraksi dengan guru akibat pandemi Covid-19.

Satgas Covid-19 Papua Barat Benarkan Masih ada Kepala Daerah Belum Vaksin: Kita Turun Sisir

Selain itu, kata dia, saat ini belum ada institusi pendidikan di Indonesia yang siap secara penuh untuk mengajarkan murid-murid secara daring. Hal itu dikarenakan kurikulum yang ada tidak disiapkan untuk pembelajaran daring.

Hal tersebut disampaikannya dalam Dialog Produktif Kabar Kamis bertajuk Peran Aktif Guru Dalam Pemulihan Pendidikan di kanal Youtube FMB9ID_IKP pada Kamis (25/11/2021).

"Kemarin kita lihat selama sebulan dua bulan terakhir ini pendidikan tatap muka dilakukan, meskipun baru seminggu sekali atau dua minggu sekali. Ini yang sedang kita perjuangkan agar pendidikan tatap muka itu dilakukan seminggu tiga kali lah," kata Putra.

Lukas Enembe: Kesembuhan Pasien Covid-19 Papua di Angka 96,7 Persen

Ia mengatakan hal itu antara lain karena anak-anak SD yang kehilangan masa belajar selama 6 bulan sama dengan kehilangan 2 tahun pengalaman belajarnya berdasarkan riset yang pernah dibacanya.

Menurutnya, pembelajaran daring juga tidak hanya berdampak pada peserta didik melainkan juga pada guru.

Update Covid-19 Papua: Kasus Kumulatif di Kota Jayapura 12.952 Orang, Sisa 13 Pasien Dirawat 

Sehebat dan semandiri apapun guru, menurutnya tidak akan bisa bekerja maksimal tanpa pembelajaran tatap muka.

"Untuk itu makanya ketika kita bicara tentang Covid-19 pandemi, dan juga kita bicara tentang learning loss, mari kita sama-sama memastikan agar anak-anak kita tahun depan masih tetap bisa sekolah fisik, hadir fisik, kuliah fisik," kata dia. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved