Breaking News:

KKB Papua

Jangan ke Daerah Ini Kalau Berada di Papua, Apabila Tidak Ingin Menjadi Korban Penembakan KKB

beberapa wilayah di Kabupaten Intan Jaya, Mimika, Nduga, dan Puncak menjadi basis KKB, bahkan tidak sedikit warga sipil menjadi korban penembakan.

(Istimewa)
Proses evakuasi jenazah di Puncak Kabo, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga lokasi penembakan yang dilakukan kelompok KKB. 

TRIBUN-PAPUA.COM – Beberapa wilayah di Papua telah dipetakan menjadi daerah rawan terjadinya aksi kekerasan dan pembunuhan oleh KKB.

Sementara itu, Insitusi kepolisian telah memetakan kabupatan yang menjadi basis dari kelompok sparatis papua merdeka, antara lain.

Intan Jaya, Mimika, Nduga, Puncak, Puncak Jaya, Pegunungan Bintang dan Kabupate Yahukimo.

Baca juga: OPM Ancam Tembak Pesawat Pengangkut TNI-Polri di Yahukimo Papua

Sepanjang 2021 Polisi mencatat sedikitnya lebih dari 30 kasus penyerangan, penembakan dan kontak senjata yang dilakukan KKB di empat kabupaten ini

Wilayah Intan Jaya terdapat tiga kelompok KKB yang kerap melakukan kekerasan. Kelompok itu yakni kelompok pimpinan Sabinus Waker, kelompok Undius Kogoya dan kelompok pimpinan Lewis Kogoya.

Baca juga: Kelompok Sparatis Papua Sulit di Tangkap TNI-Polri, Meski Pasukan Khusus Diturunkan, Ini alasannya

Sementara di Kabupaten Puncak, terdapat lima kelompok yang berdiam di wilayah ini, yakni kelompok pimpinan Goliath Tabuni, kelompok Lekagak Telenggen, kelompok Peni Murib, dan kelompok pimpinan Ando Waker.

Sedangkan di Mimika dan Nduga masing-masing satu kelompok yakni di Mimika kelompok pimpinan Joni Botak dan di Nduga kelompok pimpinan Egianus Kogoya.

Baca juga: 400 Pasukan Setan Milik TNI AD, Siap Bantai OPM di Papua

Di pegunungan Bintang ada Lamek Taplo, dan di Yahukimo ada dua kelompok yakni Tendius Gwijangge dan Senat Soll.

Salah satu upaya aparat keamanan yang dilakukan yakni membentuk satuan tugas khusus.

Baca juga: Berikut Alasan Papua Ingin Memisahkan Diri dari Indonesia dan Menjadi Sebuah Negara

Bahkan tidak sedikit pasukan TNI-Polri di terjunkan di daerah basis KKB menjadi korban, salah satunya Jenderal TNI Bintang satu yang menjabat sebagai Kabinda Papua.

Factor Kelompok Kriminal Bersenjata Papua sulit diberantas.

Perlindungan dari tokoh local, Faktor taktikal geografis yang lebih sulit, dan faktor koordinasi antar lintas tim yang ikut bergerak bersama-sama melawan KKB.

Baca juga: Herman Yoku : HUT Kemerdekaan Papua 1 Desember Adalah Sebuah Kekeliruan Sejarah 

Sementara untuk di Mimika dan Nduga masing-masing satu kelompok yakni di Mimika kelompok pimpinan Joni Botak dan di Nduga kelompok pimpinan Egianus Kogoya

Polri pun mencatat sudah 31 orang KKB telah ditindak. Dari 31 orang 22 orang di antaranya meninggal dunia.

Delapan orang ditangkap, dan satu orang luka yang melarikam diri. Selain itu juga ada 24 KKB yang menyerahkan diri.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved