Natal & Tahun Baru
Jelang Nataru, Stok Sembako di Timika Dipastikan Aman
Dua bulan terakhir harga sembako mengalami kenaikan cukup tinggi terutama gas elpiji dan minyak goreng.
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Dua bulan terakhir harga sembako mengalami kenaikan cukup tinggi terutama gas elpiji dan minyak goreng.
Hal ini membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika melakukan survei di beberapa tempat.
Baca juga: Pertamina Pastikan Stok BBM di Papua Aman Jelang Nataru
Survei di lapangan bertujuan memastikan harga sembako menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) stabil.
Meski harga elpiji dan minyak goreng masih tinggi, Disperindag memastikan permainan harga tidak terjadi.
"Rapat Minggu lalu kami telah tetapkan harga eceran tertinggi untuk gas elpiji ukuran 12 kg Rp285 ribu," kata Kabid Perdagangan, Selfina kepada Tribun-Papua.com ditemui di ruangannya, Jumat (26/11/2021).
Dia bekata, harga minyak goreng mengalami kenaikan sebesar 15% dari harga normalnya karena kekurangan bahan baku.
"Satu karton minyak goreng naik hingga Rp50 ribu. Jadi presentasinya jadi 15%," ujarnya.
Baca juga: Presiden Jokowi Suruh Kejar KKB, Jenderal Dudung: Jangan Anggap Sebagai Musuh
Lanjutnya, saat ini pihaknya masih terus memantau dari ketersediaan sembako jelang Nataru sampai awal tahun 2022.
"Saya pikir harga ini aman. Karena stok bisa bertahan hingga awal tahun. Untuk para pedagang, saya rasa tidak ada yang bermain harga. Karena barang banyak dan disitu pasti ada persaingan," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/26112021-sembako_di_timika.jpg)