Breaking News:

Hukum & Kriminal

Kasus Penganiayaan oleh Direktur RSUD Abepura Terus Bergulir, Advokat: Ada Dugaan Pengancaman

Kata Matheus, anak dari pelaku mengancam akan memukul korban kalau hendak datang mengambil barang-barangnya di rumah pelaku.

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Korban Maria Ivoni Making saat didampingi kuasa hukumnya Matheus Mamun Sare saat memberikan keterangan pers. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Roy Ratumakin

TRIBUN- PAPUA.COM, JAYAPURA - Kasus penganiayaan diduga dilakukan oleh DU selaku Direktur RSUD Jayapura terhadap asisten rumah tangga (ART) atas nama Maria Ivoni Making kini telah ditangani Polda Papua.

Penanganan kasus tersebut terus bergulir.

Diketahui, korban atas nama Maria Ivoni Making melaporkan dugaan tindak pidana kekerasan yang dialaminya, tepatnya Minggu (21/11/2021) pukul 17.00 WIT.

Adapun Laporan Polisi Nomor LP/B/178/XI/2021/SPKT/POLDA PAPUA tanggal 22 November 2021.

Baca juga: Ramai Penolakan Ulang Tahun Organisasi Papua Merdeka, Herman Yoku: OPM Hanya Keliru Bermimpi

Laporan tersebut diterima langsung oleh KA SPKT Polda Papua KA SIAGA III, Paur Yanmas III Iptu Barnabas F Simbiak.

Korban melapor ke Polda Papua didampingi suami dan juga kuasa hukumnya, Matheus Mamun Sare.

Korban kepada Tribun-Papua.com mengatakan, dirinya dicekik oleh pelaku pada bagian leher dan ada CCTV di ruang tersebut.

Baca juga: 168 Warga Asli Papua Dikeluarkan dari Area PT Freeport, Ini Penyebabnya

"Saya dicekik dengan dua tanganya. Saya hanya pasrah saja. Saya juga bilang, kalau mama mau pukul, pukul saja," kata Maria, belum lama ini.

Dalam perjalanan kasus ini, menurut Matheus Mamun Sare selaku kuasa hukum dari Maria ada dugaan tindakan tak terpuji dilakukan oleh anak pelaku.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved