Breaking News:

KKB Papua

Kelompok Sparatis Papua Sulit Ditangkap TNI-Polri, Meski Pasukan Khusus Diturunkan, Ini alasannya

faktor koordinasi, tokoh local, dan taktikal geografis menjadi penyebab Kelompok sparatiis di Papua sulit ditindak dan tertangkap.

Istimewa
Kontak senjata kembali terjadi di Bilogai, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Dalam kontak tembak tersebut, 1 anggota TPN-OPM dikabarkan meninggal dunia. 

TRIBUN-PAPUA.COM – Beberapa wilayah di Papua telah dipetakan menjadi daerah rawan terjadinya aksi kekerasan dan pembunuhan oleh KKB.

Merespon berbagai aksi yang dilakukan KKB, TNI maupun Polri telah berupaya keras melakukan berbagai cara untuk memanilisir berbagai aksi dari kelompok separatis yang meminta merdeka itu.

Baca juga: Presiden Jokowi Murka terhadap OPM: Sikat Kelompok Ini, Mereka Tidak Punya Tempat di Republik Ini

Salah satu upaya yang dilakukan yakni membentuk satuan tugas khusus.

Bahkan tidak sedikit pasukan TNI-Polri di terjunkan di daerah basis KKB menjadi korban, salah satunya Jenderal TNI Bintang satu yang menjabat sebagai Kabinda Papua.

Gerald Sokoy (jaket biru sambil memegang kertas), tenaga kesehatan yang dikabarkan hilang pascapenyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang pada 13 September lalu, kini berada di tangan Tentara Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dikomandoi Lamek Taplo.
Gerald Sokoy (jaket biru sambil memegang kertas), tenaga kesehatan yang dikabarkan hilang pascapenyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang pada 13 September lalu, kini berada di tangan Tentara Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dikomandoi Lamek Taplo. (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Factor Kelompok Kriminal Bersenjata Papua sulit diberantas.

Perlindungan dari tokoh local, Faktor taktikal geografis yang lebih sulit, dan faktor koordinasi antar lintas tim yang ikut bergerak bersama-sama melawan KKB.

Baca juga: 400 Pasukan Setan Milik TNI AD, Siap Bantai OPM di Papua

Markas KKB di Papua

Sementara itu, Insitusi kepolisian telah memetakan kabupatan yang menjadi basis dari kelompok sparatis papua merdeka, antara lain.

Intan Jaya, Mimika, Nduga, Puncak dan Puncak Jaya.

Salah satu kelompok kriminal bersenjata di Pegunungan Papua
Salah satu kelompok kriminal bersenjata di Pegunungan Papua (Tribun-Papua.com/ Ridwan Abubakar)

wilayah Intan Jaya terdapat tiga kelompok KKB yang kerap melakukan kekerasan. Kelompok itu yakni kelompok pimpinan Sabinus Waker, kelompok Undius Kogoya dan kelompok pimpinan Lewis Kogoya.

Baca juga: Berikut Alasan Papua Ingin Memisahkan Diri dari Indonesia dan Menjadi Sebuah Negara

Sementara di Kabupaten Puncak, terdapat lima kelompok yang berdiam di wilayah ini, yakni kelompok pimpinan Goliath Tabuni, kelompok Lekagak Telenggen, kelompok Peni Murib, dan kelompok pimpinan Ando Waker.

Sementara untuk di Mimika dan Nduga masing-masing satu kelompok yakni di Mimika kelompok pimpinan Joni Botak dan di Nduga kelompok pimpinan Egianus Kogoya.

Pasukan TPNPB-OPM
Pasukan TPNPB-OPM (Istimewa/Tribunnews)

sepanjang 2021 polisi mencatat sedikitnya lebih dari 30 kasus penyerangan, penembakan dan kontak senjata yang dilakukan KKB di empat kabupaten ini.

Baca juga: OPM Ancam Tembak Pesawat Pengangkut TNI-Polri di Yahukimo Papua

Polri pun mencatat sudah 31 orang KKB telah ditindak. Dari 31 orang 22 orang di antaranya meninggal dunia.

Delapan orang ditangkap, dan satu orang luka yang melarikam diri. Selain itu juga ada 24 KKB yang menyerahkan diri

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved