Breaking News:

Keluarga dari Ibu dan Balita yang Ditemukan Tewas di Plastik Minta Pelaku Ditangkap dan Dihukum Mati

Keluarga dari Astri Evita Suprini Manafe (30) meminta polisi untuk menangkap pelaku pembunuhan dan memberikan hukuman berat. 

Editor: Claudia Noventa
ntmcpolri.info
ILUSTRASI - Keluarga dari Astri Evita Suprini Manafe (30) meminta polisi untuk menangkap pelaku pembunuhan dan memberikan hukuman berat.  

Menurut Saul, Astri memiliki jadwal tes CPNS di Kampus Politeknik Negeri Kupang pada 15 September 2021.

"Rencana tes PNS tanggal 15 September tapi tidak jadi karena anak saya ini menghilang," kata Saul di sela-sela penyerahan jenazah Astri dan Lael dari polisi ke keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, Kamis (25/11/2021).

Saul mengaku sempat menghubungi Asri melalui ponsel, namun berada di luar jangkauan.

Saul kemudian menelepon Ar yang waktu itu menjemput Asri dan balita L di rumahnya. Ar pun tidak tahu keberadaan Asri.

Ar dan seorang temannya berinisial B, sempat ke rumah Asri bertemu Saul dan menceritakan kalau Asri dijemput seseorang bernama Randy.

Karena belum juga pulang, keluarga mencari Asri namun hasilnya nihil. Telepon, WA, SMS, serta messenger sama sekali tidak direspons oleh Asri.

"Kami putus komunikasi dengan Asri sejak akhir Agustus hingga ada berita penemuan jenazah ibu dan anak akhir Oktober lalu," Saul.

"Kita keluarga besar minta kasus ini segera diungkap dan pelaku ditahan dan dihukum mati karena dia sudah membunuh dua orang sekaligus," tegas Saul.

Baca juga: Video Seorang Tahanan Polrestabes Medan Tewas di Sel, Ada Luka Tak Wajar Diduga Dianiaya

Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna mengatakan, dalam kasus itu pihaknya telah memeriksa 24 saksi.

Dia menyebut, 24 saksi yang telah diminta keterangan oleh polisi tersebut merupakan orang yang tahu tentang Astri dan anaknya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved