Breaking News:

Nasional

Media dan Masyarakat Diminta Tidak Sembarangan Sebar Identitas Korban Kekerasan Asusila

Menteri PPPA juga mendorong pemerintah daerah dalam pencegahan kasus kekerasan seksual lewat kebijakan daerah untuk melindungi perempuan dan anak.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Ilustrasi pelecehan - Seorang gadis di bawah umur di Kediri, Jawa Timur menjadi korban rudapaksa yang dilakukan pria paruh baya. Pelaku dan korban kenal lewat medsos. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga meminta masyarakat dan media untuk tidak sembarangan menyebarkan identitas korban tindak pidana kekerasan seksual (TPKS).

Meskipun dengan adanya berbagai pemberitaan di media dan sosial media sangat membantu pihaknya untuk menindaklanjuti kasus yang terjadi.

Namun ia meminta semua untuk berpihak pada penyintas akan trauma yang dialami. 

Baca juga: Ramai Penolakan Ulang Tahun Organisasi Papua Merdeka, Herman Yoku: OPM Hanya Keliru Bermimpi

Hal ini Menteri Bintang sampaikan di konferensi pers terkait Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Jumat (26/11/2021).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga (Tribun-Papua.com/Istimewa)

"Dalam konteks tersebut, kami mohon bantuan pada rekan-rekan sekalian untuk berpihak kepada penyintas dengan tidak menyebarkan foto atau identitas lainnya yang tidak ramah terhadap penyintas," ujarnya.

Bintang menjelaskan, misalkan saja terkait pakaian yang sedang dikenakan, alamat rumah dan lain sebagainya.

Baca juga: 168 Warga Asli Papua Dikeluarkan dari Area PT Freeport, Ini Penyebabnya

Pendampingan masyarakat dan media kepada penyintas menurutnya menjadi untuk penguatan psikologis dari para penyintas kekerasan.

Menteri PPPA juga mendorong pemerintah daerah dalam pencegahan kasus kekerasan seksual lewat kebijakan daerah untuk melindungi perempuan dan anak.

Tahun 2021 ini, Kementeriannya telah menggelontorkan dana alokasi khusus (DAK) kepada 34 povinsi, dan 215 kabupaten/kota untuk pendampingan psikososial, pendampingan hukum, biaya visum, hingga biaya penjangkauan.

Baca juga: Psikologis Anak Panti Asuhan Korban Kekerasan di Malang Semakin Membaik

Belum semua daerah mendapatkan, karena Kementerian PPPA menetapkan kriteria dimana saja daerah dengan kasus kekerasan yang tinggi.

"Mari kita sama-sama mengambil peran, menyatukan tujuan, dan bergandengan tangan untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Menteri PPPA Minta Masyarakat dan Media Tidak Sembarangan Sebar Identitas Korban Kekerasan Asusila,

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved