Breaking News:

HUT OPM

Ramai Penolakan Ulang Tahun Organisasi Papua, Herman Yoku: OPM Hanya Mimpi Keliru

Mereka menyatakan sikap tidak mau terjebak propaganda OPM yang mengiming-imingi kemerdekaan penuh bagi Papua Barat seperti didengungkan selama ini.

IST/Tribun Makassar
Lekagak Telenggen, pentolan Organisasi papua Merdeka atau disebut Kelompok Kriminal Bersenjata. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Perigatan hari jadi Organisasi Papua Merdeka yang diklaim jatuh pada 1 Desember, sejak 1965, ditolak para tokoh masyarakat, adat dan tokoh agama di Papua.

Mereka menyatakan sikap tidak mau terjebak propaganda OPM yang mengiming-imingi kemerdekaan penuh bagi Papua Barat seperti didengungkan selama ini.

Sebagian dari tokoh menilai sejarah peringatan HUT OPM adalah sebuah kekeliruan besar.

Bahkan, ada tokoh agama yang dulunya berafiliasi dengan OPM, kini menolak organisasi tersebut sebagai roda perjuangan.

Baca juga: Tolak Hari Jadi OPM, Berikut Pernyataan Sikap Tokoh Adat Papua Jelang 1 Desember

OPM dinilai kerap membuat kekacauan dengan membenarkan cara-cara kekerasan.

Belakangan, penolakan pun semakin masif di sejumlah wilayah Papua oleh tokoh masyarakat dan tokoh adat.

Anggota Majelis Rakyat Papua, Herman Yoku, satu di anatara tokoh masyarakat Keerom, misalnya, menilai hari jadi OPM adalah keliru.

TOLAK HUT OPM - Tokoh adat wilayah Kabupaten Keerom menggelar deklarasi dan menyatakan sikap menolak peringatan HUT Papua Barat 1 Desember.
TOLAK HUT OPM - Tokoh adat wilayah Kabupaten Keerom menggelar deklarasi dan menyatakan sikap menolak peringatan HUT Papua Barat 1 Desember. (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Dirinya adalah salah seorang saksi sejarah Papua yang masih hidup hingga sekarang.

Baca juga: 168 Warga Asli Papua Dikeluarkan dari Area PT Freeport, Ini Penyebabnya

"1 Desember yang selama ini diklaim sebagai HUT Kemerdekaan Papua Barat, adalah kekeliruan dan juga penipuan sejarah yang terus dipelihara hingga saat ini," Kata Herman kepada Tribun-Papua.com, Jumat (26/11/2021).

Dia mengatakan hal tersebut telah membodohi sebagian kecil generasi muda Papua yang percaya dengan sejarah yang salah itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved