Breaking News:

E Sports

E-Sports Akan Masuk Kurikulum Sekolah, Ini Penjelasan Kemendikbud

E-sports atau olahraga elektronik tengah ramai disebut akan masuk kurikulum sekolah di tingkat SMP dan SMA.

Editor: Roy Ratumakin
(PBESI)
Tim Kalimantan Barat berhasil mendapatkan medali emas dari game Mobile Legends di ajang Ekshibisi E-sports PON XX Papua 2021. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - E-sports atau olahraga elektronik tengah ramai disebut akan masuk kurikulum sekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Anindito Aditomo merespons kabar tersebut.

Dilansir Tribun-Papua.com dari Kompas, Jumat (26/11/2021), Anindito menuturkan, klaim e-sports bakal masuk kurikulum sekolah bukan datang dari Kemendikbud Ristek.

Baca juga: Pelni Jayapura Batasi Penjualan Tiket Jelang Natal, Berikut Alasannya

Ia menambahkan, saat ini pihaknya memang tengah membangun kurikulum baru yang lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan siswa.

“Ini yang disebut Mas Menteri kemarin di acara perayaan Hari Guru Nasional sebagai kurikulum yang lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan konteks dan kebutuhan siswa," kata Anindito melalui akun Twitter-nya @ninoaditomo, Jumat (26/11/2021).

Menurutnya, untuk menghasilkan kurikulum yang fleksibel, Kemendikbud Ristek mengikuti prinsip desain less is more. Artinya, kerangka kurikulum Kemendikbud Ristek mengacu hal-hal yang esensial.

"Tujuannya adalah memberi ruang yang besar bagi sekolah untuk merancang kurikulumnya sendiri," jelas dia.

Lebih lanjut Anindito menjelaskan, yang terpenting dari hal esensial itu adalah "Profil Pelajar Pancasila", yaitu sekumpulan karakter dan kecakapan yang menjadi tujuan pembelajaran semua mata pelajaran serta kegiatan ko-kurikuler.

Baca juga: Setelah Todd Rivaldo Ferre, Kini Anak Jacksen Tiago Dilarang Merumput 1 Tahun

Salah satu kecakapan tersebut adalah nalar kritis yang mencakup kemampuan mencari, menganalisis, serta mengevaluasi informasi dan gagasan.

"Nalar kritis adalah kecakapan yang esensial di tengah banjir informasi di dunia digital yang sering mencampurkan antara fakta, opini, dan misinformasi," ujar Anindito.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved