Breaking News:

Kesehatan

Kabupaten Merauke Gencar Cegah Stunting di 11 Distrik

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Merauke terus menggalakkan program pemberian makanan tambahan di 11 distrik

Editor: Musa Abubar
Tribunnews.com
Ilustrasi Stunting 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Merauke terus menggalakkan program pemberian makanan tambahan di 11 distrik di kabupaten tersebut 

Program pemberian makanan tambahan bagi warga guna mencegah stunting di kabupaten setempat.

“Kami sudah melaksanakan kegiatan pemberian makanan tambahan di 11 distrik,"kata Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Merauke, dr Any R S Koibur kepada Tribun-Papua.com,Senin (29/11/2021).

Baca juga: Diskominfo Kabupaten Jayapura Siap Meriahkan Kongres Masyarakat Adat Nusantara

Menurut dia, semua distrik menjadi perhatian, namun tahun ini ada PON XX dan pandemi Covid-19 sehingga dilaksanakan secara bertahap.

Any menjelaskan, 11 distrik tersebut antara lain Distrik Merauke, Semangga, Tanah Miring, Malind, Jagebob, Kurik, Okaba, Ilwayab, Kimaam, Tabonji, dan Distrik Waan.

Pemberian makanan tambahan itu, menurut dia, menyasar anak di bawah lima tahun (balita), remaja puteri pra nikah, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Baca juga: Komposisi Tim Perseman Manokwari Siap, Pelatih Yonas Sineri: Pemain yang Datang Telah Layak

Dia mengatakan, Ketua TP PKK Merauke sangat getol mengunjungi posyandu-posyandu.

Meski semua program belum terlaksana, namun dioptimalkan, terlebih penanganan stunting masuk 10 program pokok PKK sehingga harus diimplementasikan.

"Kita dipercaya melayani orang lain maka perlu kerjasama lintas sektoral baik kepala distrik, lurah, kepala kampung untuk menurunkan angka stunting,"ujarnya.

Baca juga: Peduli Buta Aksara, Kapolres Jayapura Ajar Anak-Anak di Sentani Kabupaten Jayapura

Tapi juga, tambah dia, membina keluarga bahagia dan sejahtera.

Mengutip dari Buletin Stunting yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, stunting adalah kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umurnya.

Mudahnya, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya dan memiliki penyebab utama kekurangan nutrisi.

Baca juga: Pemkab Manokwari Dukung Eliminasi Malaria, Sekretaris Bappeda Minta Renstra dan Renja

Banyak yang tidak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan tubuh si kecil. Hanya saja, perlu diingat bahwa anak pendek belum tentu stunting, sedangkan anak stunting pasti terlihat pendek.

Anak masuk ke dalam kategori stunting ketika panjang atau tinggi badannya menunjukkan angka di bawah -2 standar deviasi (SD). Terlebih lagi, jika kondisi ini dialami anak yang masih di bawah usia 2 tahun dan harus ditangani dengan segera dan tepat.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved