Breaking News:

Pembunuh Jurang Emas

Kuasa Hukum VLH Pembunuh Juragan Emas Ajukan Eksepsi Atas Dakwaan JPU

Kuasa Hukum terdakwa VLH pembunuh juragan emas mengajukan eksepsi/keberatan atas surat dakwaa dari Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Tribun-Papua.com/ Musa Abubar
Suasana terdakwa VLH pembunuh juragan emas saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Klas 1 A Jayapura 

Laporan Wartawan Tribun-Papua,com -  Musa Abubar    

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Kuasa Hukum terdakwa VLH pembunuh juragan emas mengajukan eksepsi/keberatan atas surat dakwaa dari Jaksa Penuntut Umum (JPU)

Eksepsi/keberatan itu dibacakan kuasa hukum terdakwa VLH dalam sidang yang digelar oleh Pengadilan Negeri Klas 1 A Jayapura, Senin (29/11/2021) siang.

Dirangkul Jenderal Dudung, Kowad Asal Kaimana Papua Barat Matilda Refideso Ingin Jadi KSAD

"Yang paling inti dari esepsi ini adalah ketidak cermatan atau ada kaburan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait penyusunan dakwaan yang menyimpan dari kesimpulan hasil penyidikan,"kata kuasa hukum terdakwa VLH, Albar Yusuf usai persidangan kepada Tribun-Papua.com.

Kesimpulan dari dakwaan itu, kata dia, harus sesuai dengan hasil penyidikan tidak terlepas juga dalam rujukan pasal 143 ayat 2 huruf b KUHAP harus cermat,harus jelas terkait dengan perumusan yang dirumuskan dalam dakwaan.

Alumni Unhan Asal Papua, Habelino Sawaki Minta Panglima TNI Tempatkan Perwira yang Peka Soal Papua

Untuk itu, yang menjadi kunci esepsi yang diajukan yakni keberatan terkait masalah dakwaan yang telah dinyatakan bahwa terdakwa VLH melakukan tindakan pembunuhan dengan cara bersama-sama melakukan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Baca juga: Terkait Hari OPM di 1 Desember Polisi Pastikan Kamtibmas Aman dan Lancar

"Nah, perbuatan ini yang dilakukan oleh terdakwa VLH yang dimaksudkan dalam surat dakwaan ini tidak dijelaskan terkait masalah rangkaian perbuatan itu seperti apa dari pembacaan dakwaan dalam sidang perdana pada 22 November 2021,"ujarnya.

Persidangan tadi dengan agenda pembacaan esepsi itu juga disinggung terkait masalah rangkaian perbuatan bersama-sama yang dimaksud oleh JPU itu tak dirumuskan secara jelas dalam dakwaan.

Kemudian, tindakan melakukan pembunuhan itu dengan cara bersama-sama itu juga tidak dijelaskan secara jelas, tidak dirumuskan didalam dakwaan itu seperti apa perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa VLH dalam melakukan pembunuhan itu tak dijelaskan.

"Dan semua itu menyimpan jauh dari hasil penyidikan. Untuk itu, didalam pembacaan esepsi tadi, kami minta kepada majelis hakim pemeriksa perkara ini sebagai permohonan kami agar menerima nota keberatan penasihat hukum selaku penasehat hukum terdakwa untuk seluruhnya,"katanya.

Baca juga: Pembantai Praka Alif dan Prada Ardi, Anggota TNI dari Makassar di Papua, tertangkap Inilah Pelakunya

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved