PON XX Papua
PARAH, Upah Peliput PON XX Papua "Dilupakan"
Terhitung, sudah 43 hari sejak berakhirnya pesta olahraga empat tahunan itu, tak satupun pewarta mendapatkan bayaran sesuai yang dijanjikan.
Penulis: Arni Hisage | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tyo Effendy
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Fakta menyedihkan harus diterima para wartawan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, dimana hingga hari ini belum menerima upah atas seluruh kerja keras selama meliput di lapangan, Senin (29/11/2021).
• Alumni Unhan Asal Papua, Habelino Sawaki Minta Panglima TNI Tempatkan Perwira yang Peka Soal Papua
Terhitung, sudah 43 hari sejak berakhirnya pesta olahraga empat tahunan itu, tak satupun pewarta mendapatkan bayaran sesuai yang dijanjikan.
Baca juga: Dinilai Carut Marut, Presiden Jokowi Didesak Perintahkan Aparat Hukum Audit Dana PON Papua
Hal tersebut disampaikan Eko Paul Andhika Weriditi, Ketua Kordinator aksi wartawan media center PON XX Papua dalam rilis yang diterima Tribun-Papua.com.
"Kami wartawan yang tergabung dalam media center, dipekerjakan oleh Panitia Besar (PB) PON untuk mendukung pelaksanan dari segi dokumentasi serta publikasi," ujar Eko Weriditi.
Meski terbilang sukses dalam meliput agenda terbesar di Tanah Papua itu, segenap wartawan merasa tidak dihargai.
"Setelah PON usai, hanya janji yang diberikan pada kami hingga detik ini, padahal dikatakan akan diberikan 10 bulan gaji pada pertemuan pertama," jelas sang kordinator aksi.
"Namun itu diralat lagi, sesuai hari kerja dan besarannya pun tidak disampaikan secara jelas rinciannya, namun karena kami percaya maka kami bekerja," sambungnya.
Baca juga: Bentrok Kopassus vs Brimob Dipicu Rokok, Wakil Rakyat: MEMALUKAN
Pihaknya menyatakan bekerja sesuai tugas yang telah diberikan yakni soal naskah dan audio serta video.
Hingga tugas diselesaikan dengan baik, tak ada etikad dari PB PON XX Papua untuk melunasi janji pembayaran upah kerja para wartawan.
Bulan November 2021 ada janji pelunasan segala bentuk upah bagi para pewarta, namun tak ada angin segar sampai hari ini.
Baca juga: Seorang Bocah Asal Manggarai di Timika Sering Dianiaya Ibu Tirinya: Kabur Selama 3 Pekan dari Rumah
"Alasannya selalu membingungkan, seperti masih proses pemberkasan, pengajuan dana permintaan kedua sampai kabar terakhir yang diperoleh bahwa kas PB PON kosong dan lagi proses pengajuan ke Pemerintah Provinsi,” ungkap Eko Weriditi.
“Kenyataanya, semua janji tersebut nihil. Bahkan sampai dengan November yang menyisakan satu hari, tidak nampak tanda akan ada realisasi janji pembayaran,” pungkasnya.
Dengan belum terbayarnya hak bagi 67 wartawan peliput PON XX Papua itu dikeluarkan surat tuntutan kejelasan pada pihak Panitia Besar.
Jika dalam batas waktu yang ditentukan belum ada jawaban resmi dari pihak Panitia Besar PON maka proses hukum akan ditempuh para jurnalis tersebut.
Surat tersebut juga disampaikan kepada Gubernur Papua. Ketua DPRP, Kajati Papua, Kapolda Papua, Kepala BPK RI Perwakilan Papua, dan KPK RI. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/29112021-ilustrasi_pon_xx_papua.jpg)