Breaking News:

Kesehatan

TP PKK Merauke Catat Per April 2021 Sekitar 1.200 Balita Alami Stunting

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Merauke catat per April 2021 sekitar 1.200 balita di kabupaten itu stunting

Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Hidayatillah
Ketua Pokja IV TP PKK Kabupaten Merauke, dr Any R S Koibur memberikan materi tentang peningkatan kemampuan kader dalam penanganan stunting ditengah masyarakat, Senin (29/11/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Merauke catat per April 2021 sekitar 1.200 balita di kabupaten itu alami stunting

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Merauke kasus stunting masih menjadi masalah kesehatan,dr Any R S Koibur kepada Tribun-Papua.com,Senin (29/11/2021).

"Balita stunting lumayan banyak. Dari 23 ribu balita di Merauke, sekitar 1.200 balita atau 10 persen stunting per April 2021,"kata dr Any.

Menurut dia, November ini, sekitar 13 persen balita mengalami stunting.

Lanjut dia, stunting diakibatkan kekurangan gizi kronis. Banyak faktor yang mempengaruhi, namun didominasi kekurangan ekonomi keluarga.

Baca juga: Polisi Dalami Kasus Kebakaran Tiga Petak Bangunan di Abepura Jayapura

"Faktornya, keluarga ekonomi menengah kebawah sehingga yang lebih banyak menyumbang stunting adalah orang asli Papua (AOP). Asupan makan minum ini sangat mempengaruhi,”ujarnya.

Mengutip dari Buletin Stunting yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, stunting adalah kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang jika dibandingkan dengan umurnya.

Mudahnya, stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya dan memiliki penyebab utama kekurangan nutrisi.

Baca juga: Pemkab Manokwari Dukung Eliminasi Malaria, Sekretaris Bappeda Minta Renstra dan Renja

Banyak yang tidak tahu kalau anak pendek adalah tanda dari adanya masalah gizi kronis pada pertumbuhan tubuh si kecil. Hanya saja, perlu diingat bahwa anak pendek belum tentu stunting, sedangkan anak stunting pasti terlihat pendek.

Anak masuk ke dalam kategori stunting ketika panjang atau tinggi badannya menunjukkan angka di bawah -2 standar deviasi (SD). Terlebih lagi, jika kondisi ini dialami anak yang masih di bawah usia 2 tahun dan harus ditangani dengan segera dan tepat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved