Breaking News:

Info Merauke

Dinkes Merauke Buat Surat Edaran untuk THM Seragamkan Harga Kondom

Kadinkes Merauke, dr Nevile R Muskita menuturkan, harga kondom di Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke tidak sampai merokket Rp 60 ribu.

Penulis: Hidayatillah | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Hidayatillah
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr Nevile R Muskita. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr Nevile R Muskita menuturkan, harga kondom di Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke tidak sampai meroket Rp 60 ribu.

“Setahu saya (kondom, red) cuma Rp 10 ribuan, tidak sampai Rp 60 ribu. Masa cuma kondom sampai Rp 60 ribu,” kata Nevile kepada Tribun-Papua.com via telepon seluler, Senin (29/11/2021) petang.

Kadinkes menjelaskan, Dinas Kesehatan Merauke sedang membuat surat edaran untuk seluruh tempat hiburan malam di Kabupaten Merauke (THM) baik wilayah kota maupun di Wanam menyeragamkan harga kondom.

Baca juga: 1 Desember 1956, Mohammad Hatta Mundur sebagai Wakil Presiden

 “Kita ada bikin surat edaran untuk semua tempat hiburan malam, harga kondom kita tetapkan maksimal supaya ada keseragaman. Jangan harga kondom jadi sampai naik segitu, Rp 60 ribu itu tidaklah. Tidak sampai Rp 60 ribu lah setahu saya,” tegasnya lagi.

Nevile mengungkapkan, harga standar kondom hanya Rp 1.000 - 2.000. Kegunaannya dalam rangka pencegahan inveksi menular seksual seperti HIV/AIDS bagi warga THM.

“Beredar informasi bahwa ada kondom misalnya di Wanam kayaknya lebih dari Rp 10.000 an. Makanya kita buat surat edaran ke semua THM agar kedepannya jangan naikkan harga kondom seenaknya,” kata Kadinkes.

Kata Nevile, setiap THM wajib menyediakan kondom. Namun THM jangan mengambil untung banyak.

Baca juga: Kapolres Pegunungan Bintang Papua: Situasi Aman, Tak Ada Pergerakan di HUT OPM

"Mungkin itu informasi (kondom Rp 60 ribu, red) yang mereka peroleh dari lapangan. Tapi setahu saya, tidak semahal itu. Masa kondom karet sepenggal itu saja Rp 60 ribu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Ilwayab, Theofilus Yolmen yang dikonfirmasi Tribun-Papua.com mengatakan, sedang sibuk sehingga belum bisa memberikan informasi.

"Sementara ini saya masih sibuk, nanti baru saya hubungi,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved