Breaking News:

Papua Terkini

Peringati Hari Disabilitas Internasional, Kaum Difabel Gelar Aksi di Jayapura 

Memperingati Hari Disabilitas Internasional 3 Desember, ratusan penyandang disabilitas menggelar aksi di jalanan Kota Jayapura. 

Tribun-Papua.com/ Aldi
Para penyandang disabilitas di Kota Jayapura gelar aksi turun di jalan, memperingati Hari Disabilitas Internasional 3 November, Jumat (3/11/2021). 
Laporan Jurnalis Tribun-Papua.com Aldi Bimantara 
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Memperingati Hari Disabilitas Internasional 3 Desember, ratusan penyandang disabilitas menggelar aksi di jalanan Kota Jayapura. 
Berdasarkan pantauan Tribun-Papua.com aksi jalan kaki tersebut, dimulai dari Gedung Kesenian Jayapura, hingga Kantor PLN, dan kembali ke tempat semula. 
Kepada Tribun-Papua.com Jumat (3/12/2021), Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Jayapura Kuhlman Sutran Saputra, mengatakan tujuan aksi tersebut, untuk menyuarakan hak-hak kaum disabilitas. 
"Aksi ini selain peringati Hari Disabilitas Internasional, juga sebagai bentuk prinsip kami, karena tidak ada kepedulian dari berbagai pihak, khususnya Pemkot Jayapura," jelasnya. 
Dikatakan Kuhlman, pihaknya telah berupaya melakukan koordinasi dengan Wali Kota Jayapura, namun tidak direspon. 
"Tetapi hal tersebut tidak kami anggap sebagai bentuk penolakan pemerintah, kami disabilitas mampu, dan kami bisa," tegasnya. 
Kuhlman menyampaikan, yang perlu diketahui publik ialah, di samping keterbatasan kaum disabilitas, nyatanya banyak kemampuan yang luar biasa. 
"Dari 6 distrik di Jayapura, kami sudah lakukan pendataan di 3 distrik, dan jumlahnya sekira 800 orang penyandang disabilitas," sebutnya.
Ditanya soal makna Hari Disabilitas Internasional tahun ini, Kuhlman menyebutkan poinnya ialah kesetaraan. 
"Kami dari PPDI Kota Jayapura memaknai Hari Disabilitas Internasional ini, sebagai bentuk penyadaran semua pihak, untuk mendorong inklusifitas, di Kota Jayapura," tegasnya lagi. 
Menurutnya, inklusifitas atau pemberian kesempatan yang sama bagi semua orang, termasuk kaum difabel, perlu menjadi perhatian serius, terutama di Kota Jayapura. 
"Semua punya hak yang sama dan setara, untuk membangun Kota Jayapura tercinta," imbuhnya. 
Dalam kesempatan itu, ia menilai percuma mempunyai UU Disabilitas, Peraturan Provinsi Papua, dan Perda Kota Jayapura tentang disabilitas, sementara kaum disabilitas dianaktirikan dan ditelantarkan.(*) 
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved