Breaking News:

Nasional

Leani Ratri Masuk 10 Duta Olahraga Wanita Ditunjuk ASEAN

Sosok berusia 30 tahun itu menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang ditunjuk ASEAN untuk menjadi Duta Olahraga Wanita Asia Tenggara.

Dok NPC Indonesia
Ratu Para Badminton Dunia, Leani Ratri Oktila. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Sekretariat ASEAN sukses menggelar talk show virtual berjatuk “ASEAN #WeScore” pada Jumat (3/12/2021) sore WIB.

Fokus utama dari talk show tersebut adalah membahas isu kesetaraan gender di dalam dan melalui olahraga.

Dalam talk show tersebut, ASEAN juga mengumumkan 10 atlet dan ofisial yang ditunjuk untuk menjadi Duta Olahraga Wanita Asia Tenggara.

Salah satu atlet yang ditunjuk ASEAN untuk menjadi Duta Olaharaga Wanita Asia Tenggara adalah Leani Ratri Oktila.

Baca juga: Profil Norhayati Andris, Ketua DPRD Kaltara yang Dicopot Mega dari Kursi Ketua DPD PDIP

Leani Ratri Oktila merupakan atlet parabadminton Indonesia berprestasi.

Terkini, Leani Ratri sukses mengharumkan Indonesia di pada Paralimpiade Tokyo 2020 berkat raihan dua medali emas dan satu perak.

Sosok berusia 30 tahun itu menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang ditunjuk ASEAN untuk menjadi Duta Olahraga Wanita Asia Tenggara.

Terdapat delapan atlet lainnya yang juga ditunjuk ASEAN, yakni HRH Princess 'Azemah Ni'matul Bolkiah (atlet polo Brunei Darussalam), Sokha Pov (atlet bela diri tradisional Kamboja), Farah Ann Abdul Hadi (atlet gimnastik Malaysia), Soe Soe Myar (atlet taekwondo Myanmar), Hidilyn Diaz (atlet angkat besi Filipina), Amita Berthier (atlet anggar Singapura), Panikpak Wongpattanakit (atlet taekwondo Thailand), dan Tuyet Van Chau (atlet taekwondo dari Vietnam). 

Baca juga: 46.967 Orang Terinfeksi HIV-AIDS di Papua, Begini Respon Gubernur Lukas

Adapun satu duta lainnya adalah kepala pelatih timnas renang Laos, Soulamphone Kerdla.

Tugas 10 duta di atas adalah menggunakan pengaruh mereka untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perembuat melalui olahraga di seluruh kawasan ASEAN. Secara garis besar, talk show “ASEAN #WeScore” membahas banyak isu mulai dari kesetaraan gedner dan kepemimpian perempuan, perlindungan peremepuan dan anak perempuan dalam olahraga, hingga mempromosikan hak-hak penyandang disabilitas dalam olahraga.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved