Kamis, 21 Mei 2026

Natal & Tahun Baru

Jelang Natal dan Tahun Barat, Harga Telur di Manokwari Melonjak

Harga komoditas telur di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menjelang natal dan tahun baru (Nataru), perlahan-lahan melonjak.

Tayang:
Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Safwan Raharusun
Harga komoditas telur di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menjelang natal dan tahun baru (Nataru), perlahan-lahan melonjak. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI - Harga komoditas telur di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menjelang natal dan tahun baru (Nataru), perlahan-lahan melonjak.

Kondisi tersebut diungkapkan seorang pedagang Telur di Pasar Sentral Sanggeng Manokwari Sirman (76).

Kata Sirman, kondisi telur di pasar beberapa hari ini mulai mengalami kenaikan.

Baca juga: Warga Kota Jayapura Diharap Tidak Menonton dan Merekam Saat Kejadian Kebakaran 

"Biasanya satu rak telur dijual Rp 55 ribu, sekarang sudah naik menjadi Rp 60 ribu," ujar Sirman, kepada TribunPapuaBarat.com, Senin (6/12/2021).

Ia mengaku, setiap kali menjelang hari-hari besar keagamaan (Natal dan Idul Fitri), maka harga telur pun ikut naik.

 

 

"Untuk telur sendiri, sudah mengalami kenaikan sekitar seminggu lalu," kata wanita asal Buton itu.

Sirman menambahkan, untuk saat ini harga telur berada di kisaran Rp 60 ribu, dan masih berpotensi mengalami kenaikan lagi.

"Informasi dari Bos, satu minggu kedepannya harga telur di pasar. Paling-paling bisa di atas Rp 70 ribu," ungkap Sirman.

Baca juga: Hari Ini Pemprov Serahkan DIPA dan TKDD ke 29 Kabupaten/Kota di Papua

Pasalnya, jika dibandingkan dengan tahun lalu, harga telur per rak naik hingga berada di kisaran Rp 100 ribu.

"Yang lalu, telur di sini naik hingga berada di kisaran Rp 90 ribu sampai Rp 100 ribu per rak," imbuhnya.

Sebab, kondisi di distributor sering kosong, sehingga harganya pun menyesuaikan.

Ia mengatakan, telur yang dijual selama ini dipasok dari Surabaya, sehingga jika mengalami keterlambatan, maka tetap berdampak pada harga di pasaran.

"Selama ini tidak untuk stok lokal hingga saat ini belum ada. Saya harap, besok-besok bisa diperhatikan oleh pemerintah," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved