Webinar UNICEF
Sanitarian di Papua Diminta Harus Memahami Praktik Baik dan Inovasi
Para Sanitarian di Provinsi Papua diminta untuk dapat memahami praktik baik dan inovasi dalam bekerja.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Para Sanitarian di Provinsi Papua diminta untuk dapat memahami praktik baik dan inovasi dalam bekerja.
Hal itu disampaikan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat, Kemenkes RI Doddy Izwardy dalam paparannya di webinar seri ke-5, Selasa (7/12/2021).
"Saya titip, sanitarian di Papua harus bisa memahami betul praktik baik itu dan inovasi," pintanya.
Karena menurutnya, hal tersebut ialah kunci, dari semua aspek yang dikerjakan oleh para sanitarian.
Baca juga: KKB di Yahukimo Terus Lancarkan Gangguan, TNI: Kami Tak Balas Seperti Perintah Panglima
"Praktik baik dan inovasi ini adalah ukuran kebijakan, yang dilakukan secara nasional sampai ke puskesmas, hingga berlanjut ke masyarakat," jelasnya.
Menurut Doddy, bagaimana kondisi akses air, kebersihan, dan lingkungan itu menjadi poin yang perlu diperhatikan.
Dalam kesempatan itu, Doddy juga menjelaskan soal bagaimana mengubah data menjadi knowledge atau pengetahuan.
Baca juga: Kronologi Anggota KKB Tewas Ditembak Satgas Nemangkawi di Intan Jaya Papua
"Misalnya data berupa angka yang di BPS itu sebenarnya belum bersifat pengetahuan, kalau sudah diakses dan dimanfaatkan maka sifatnya pengetahuan atau knowledge," sambungnya.
Dikatakannya pula, dari webinar seri ke-1 hingga ke-4, telah menggambarkan kondisi sanitasi di Provinsi Papua.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/WEBINAR-UNICEF-SERIES-NEW.jpg)