PON XX Papua

PON XX Papua Dinilai Tinggalkan Masalah, Jack Judson: Pemerintah Harus Lunasi Hak Ulayat

Beliau pasang badan untuk menyelesaikan hak ulayat, kami minta tolong dengan apa yang sudah disampaikan

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
PON XX PAPUA - Ketua Umum Gerakan Pemuda Jayapura (Gapura), Jack Judson Puraro meminta pemerintah untuk segera membayar lahan pembangunan Venue Akuatik, Minggu (12/12/2021).  

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Penyelenggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua pada Oktober 2021, masih menyisakan sejumlah persoalan. 

Di antaranya, belum dilunasi hak ulayat warga di Kabupaten Jayapura, yang lahannya digunakan untuk pembangunan Venue Aquatik seluas 8 hektare.

Baca juga: BREAKING NEWS: Dua Bulan, Ruko Rizky di Abepura Dua Kali Terbakar

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Laga Timnas Indonesia Vs Laos di Piala AFF 2021, Cek Linknya

Ketua Umum Gerakan Pemuda Jayapura (Gapura), Jack Judson Puraro kepada Tribun-Papua.com Minggu (12/12/2021) meminta Pemerintah Provinsi Papua agar tidak berkelit terkait pelunasan lahan pembangunan Venue Aquatic. 

Venue Aquatic yang dimaksud ialah yang berada di Kompleks Olahraga Kampung Harapan Sentani, Kabupaten Jayapura. 

Baca juga: Brigjen TNI YAK, Jenderal Korupsi Ratusan Miliar Dipakai untuk Kepentingan Pribadi

"Pemerintah Provinsi Papua, harus menepati janjinya kepada pemilik ulayat," pinta Jack kepada Tribun-Papua.com, Minggu (12/12/2021).

Menurut Jack, pemerintah daerah berjanji akan menyelesaikan ganti rugi usai pelaksanaan PON XX Papua. Namun faktanya, hingga saat ini belum ada keseriusan membayar. Ia meminta pemerintah tidak berbohong dan bertanggungjawab.

Baca juga: Kisah Dokter Cantik Mengabdi di Pedalaman Papua, Susur Pantai 12 jam Layani Warga

"Jangan melakukan pembohongan terhadap masyarakat," tegasnya kembali.

Jack menceritakan, sebelum PON XX Papua digelar, Kepala Kepolisian Daerah Papua pernah bertemu dengan pemilik ulayat dan memberitahu, bahwa seluruh persoalan akan dituntaskan paska PON XX.

"Beliau pasang badan untuk menyelesaikan hak ulayat, kami minta tolong dengan apa yang sudah disampaikan," ucapnya.

BNNP Papua Musnahkan 3.543, 41 gram Ganja dan 0, 57 gram Sabu Tak Bertuan 

Dalam kesempatan itu, Jack juga meminta agar kerabatnya Jubel Ohee dan Erik Ansaka, yang terlibat dalam aksi pemalangan jalan alternatif sebelum pelaksanaan PON, dibebaskan kepolisian. 

"Ada keluarga kami Jubel Ohee dan Erik Ansaka ditangkap, tolong bebaskan, mereka ini adalah Kepala Suku, dan apa yang mereka lakukan itu diatas hak ulayat, bukan milik orang lain dan bukan tanah pemerintah," paparnya.

Baca juga: ACT Jayapura Papua Galang Donasi Peduli Semeru di Jalanan Kota Jayapura 

Sebelumnya, akhir November 2021, puluhan relawan medis PON XX Papua di Jayapura turut berunjuk rasa menuntut pembayaran kerja. 

Mereka mendesak Gubernur Papua Lukas Enembe bertanggung jawab, atas hak relawan kesehatan PON yang gajinya belum dibayar. 

Presiden Joko Widodo diminta memerintahkan aparat hukum, melakukan pemeriksaan dan audit keuangan PB PON XX Papua. (*) 

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved