Breaking News:

Papua Terkini

Maknai Hari Sejarah Nasional, Arkeolog Papua Minta Gen-Z Teladani Nilai Leluhur

Memaknai Hari Sejarah Nasional 14 Desember, Arkeolog Papua Hari Suroto meminta generasi milenial, ataupun Gen-Z dapat meneladani nilai-nilai leluhur.

Istimewa
Memaknai Hari Sejarah Nasional 14 Desember, Arkeolog Papua Hari Suroto meminta generasi muda atau millenial, untuk dapat meneladani nillai-nilai warisan para leluhur, Selasa (14/12/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Memaknai Hari Sejarah Nasional 14 Desember, Arkeolog Papua Hari Suroto meminta generasi milenial, ataupun Gen-Z dapat meneladani nilai-nilai leluhur.

Kepada Tribun-Papua.com Selasa (14/12/2021), Hari mengatakan selama ini ilmu Sejarah yang diajarkan melalui mata pelajaran di sekolah formal, dianggap para murid sebagai sesuatu yang membosankan.

"Padahal kalau kita mau menelaah lebih jauh, Sejarah itu pelajaran yang mengasyikan dan terlebih mengandung nilai-nilai yang dapat dipelajari dari masa lalu," katanya.

Baca juga: Waduh, PT LIB Cekal Striker Anyar Persipura Mamadou Hady Barry Dimainkan Musim Ini

Dikatakan Hari, melalui ilmu Sejarah, para murid dapat mempelajari nilai perjuangan, toleransi, kepemimpinan, dan juga tetunya patriotisme, serta cinta tanah air.

"Kemudian saat ini, yang menjadi persoalan itu karena metode pembelajaran Sejarah dikemas kurang menarik, terkesan mendikte dan menuntut menghafal, sehingga bikin siswa mengantuk di kelas, serta daya kritisnya tumpul," paparnya.

Pria yang terlibat dalam penelitian Situs Purbakala di Sentani itu, menyarankan agar pembelajaran di sekolah dapat dilakukan di luar ruangan kelas (outdoor), dengan mengunjungi situs-situs sejarah maupun pra-sejarah.

Baca juga: Polisi Masih Dalami Kasus Pasien RSMM Meninggal Usai Operasi

"Kalau di Kota Jayapura, yang dekat-dekat tengah kota kan ada Tugu Pepera, Patung Marthen Indey, Museum Sarwo Edhi, dan masih banyak lagi," katanya.

Kemudian, dikatakan Hari, jika ingin belajar lebih jauh, bisa mengunjungi spot-spot wisata sejarah di Sentani Kabupaten Jayapura.

"Para murid bisa diajak ke Bukit Mac Arthur, bisa belajar jejak peninggalan perang dunia kedua, jadi tidak hanya teori," katanya.

Selain itu, jika sudah menjelajahi situs sejarah, tak boleh ketinggalan juga mengunjungi situs-situs arkeologi yang dapat diceritakan terkait masa lalu.

Baca juga: Ormas Islam di Timika Nonaktifkan Oknum Ustad Cabul

"Kalau dibuat belajar sambil jalan-jalan, maka murid itu lebih mudah ingat, serta dapat lebih paham akan nilai-nilai sejarah," imbuhnya.

Dengan begitu, Hari berpendapat generasi muda akan lebih memahami sejarah, dan nilai-nilai hidup yang diperolehnya dari kisah-kisah pahlawan, dan dapat diteladani dalam kehidupan sehari-hari, termasuk para leluhur atau pendahulu.

Sekadar diketahui, Hari Sejarah Nasional ditetapkan pada 14 Desember, dan pertama kali digagas oleh beberapa kalangan sejak 2014 silam.

Baca juga: Inilah Kondisi Pos Koramil Kisor, Saksi Bisu Tragedi Pembantaian 4  Prajurit TNI Secara Sadis

Beberapa kalangan tersebut, terdiri dari asosiasi profesi, unsur pemerintah, komunitas sejarah, dosen, hingga mahasiswa Sejarah se-Indonesia.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved