Breaking News:

Rehabilitasi Mangrove

Hasil Rehabilitasi Mangrove BRGM, Poktan di Papua Barat Bisa Beli Alat Tangkap Ikan

Program penanaman mangrove BRGM itu membantu ekonomi kami, uang yang kami terima, kami gunakan untuk membeli alat untuk mencari ikan

Editor: M Choiruman
Tribunnews.com
TANAM MANGROVE - Sekelompok warga di Papua Barat sedang menanam mangrove. Warga sangat merasakan manfaat dan dampak terhadap perekonomiannya dengan aktif menanam mangrove di wilayahnya. Selain kondisi daerah menjadi aman dan nyaman, hasilnya juga besar dan bisa dibelanja untuk keperluan lain. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) menegaskan terkait komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement dalam upaya mitigasi perubahan iklim dunia pada COP26 di Glassgow tahun ini. 

Komitmen tersebut diwujudkan dalam percepatan rehabilitasi mangrove dengan kondisi kritis, sekitar 20 persen dari 3,36 juta hektare di Indonesia.

Status Kota Jayapura Level 2, BTM : Pesta Kembang Api Tahun Baru Ditiadakan

Mengingat sedang terjadinya pandemi Covid-19, pelaksanaan percepatan rehabilitasi mangrove ini menggunakan kerangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Untuk memastikan PEN Mangrove ini tepat sasaran, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) melibatkan masyarakat lokal secara langsung.

Pelibatan masyarakat ini juga memberikan kesempatan agar masyarakat memperoleh nilai tambah dalam hal ekonomi, karena indikator kesuksesan rehabilitasi mangrove tidak hanya fokus pada jumlah dan luasan mangrove yang ditanam tapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BMKG: Gelombang Tinggi di 3 Pantai Kota Jayapura, Warga Hati-hati

BRGM memiliki 9 provinsi target rehabilitasi mangrove, salah satunya adalah Provinsi Papua Barat. Di Papua Barat, pelaksanaan rehabilitasi mangrove dikerjakan BRGM bersama Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Remu Ransiki.

Sejauh ini, sekitar 80 persen dari target seluas 1.500 hekyare penanaman bibit mangrove tahun 2021 telah rampung dilaksanakan oleh kelompok pelaksana. 

Dua dari 37 kelompok yang telah menyelesaikan penanaman bibit mangrove adalah Kelompok Masyarakat (Pokmas) Usuly, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong dan Kelompok Tani Awandaroi di Kampung Masina, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Patuhi Larangan PT LIB, Persipura Resmi Batalkan Kontrak Mamadou Hady Barry

Menurut Agung Rusdiyatmoko, Kepala Kelompok Kerja Rehabilitasi Mangrove Wilayah Kalimantan dan Papua BGRM, mengatakan setidaknya ada dua dampak yang diharapkan yaitu memulihkan ekologi mangrove agar tidak ada kerusakan kembali dan memberikan dampak ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terlebih sekarang kita masih pandemi COVID-19. 

Membantu Ekonomi Masyarakat

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved