Seorang Pria Ditangkap seusai Menipu Korbannya dengan Janji Masuk Akpol, Minta Bayaran Rp 600 Juta

Seorang pria berinisial IW, ditangkap atas kasus penipuan dan penggelapan dengan modus menjanjikan masuk akademi kepolisian (Akpol).

Editor: Claudia Noventa
NET
Ilustrasi - Seorang pria berinisial IW, ditangkap atas kasus penipuan dan penggelapan dengan modus menjanjikan masuk akademi kepolisian (Akpol). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Seorang pria berinisial IW, ditangkap atas kasus penipuan dan penggelapan dengan modus menjanjikan masuk akademi kepolisian (Akpol).

Diketahui, personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda (Sumut) menangkap IW, pada Sabtu (18/12/2021) siang.

Penangkapan tersebut bermula dari laporan korban yakni SB, yang mengurus anaknya untuk bisa masuk Akpol.

Baca juga: Kecelakaan di Pantai Hamadi Renggut Dua Nyawa, Polisi: Kurang Hati-hati 

Baca juga: Operasi Militer di Papua Berpotensi Membuat Rakyat Sipil Angkat Senjata 

Dari laporan itu kemudian ditindaklanjuti Tim Subdit IV Renakta Direktorat Reskrimum Polda Sumut dengan penyelidikan dan mendapatkan identitas pelaku sehingga dilakukan penangkapan.

Dalam pemeriksaan itu, diketahui korban dipertemukan dengan pelaku oleh seorang pria berinisial ES.

Dalam pertemuan di sebuah kafe, korban diminta mengirimkan uang untuk pengurusan kepada pelaku sebesar Rp 600 juta ke rekening bank milik SB (Rp 400 juta) dan milik SU (Rp 200 juta).

"Itu (rekening/ATM) dipegang sama IW semua lalu dibagikan sama dia ke beberapa nama," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, pada Senin (20/12/2021) pagi.

Namun setelah uang dikirimkan, anak korban tidak kunjung masuk Akpol.

Korban yang merasa dirugikan langsung mencari pelaku, namun ternyata sudah melarikan diri sehingga membuat laporan di Polda Sumut.

"Masih satu yang jadi tersangka. Yang lain belum ketemu. Masih dalam pengejaran," katanya.

Baca juga: Prada Yotam Bugiangge, Putra Asli Nduga Papua Kabur dari Kesatuan, Masih Ditelisik Motifnya

Lebih rinci dijelaskannya, uang Rp 600 juta itu kemudian dibagikan kepada ES sebesar Rp 139 juta, NA sebesar Rp 40 juta, DR sebesar Rp 20 juta dan SU sebesar Rp 1 juta.

Sedangkan IW sendiri, memegang Rp 400 juta.

"Kita belum tahu apa peran-peran yang lainnya. Pasti ada perannya. Tak mungkin dibagikan uang kalau tak ada perannya," ungkapnya.

Hadi menambahkan, Polri sudah menerapkan prinsip Bersih Transparan Akuntabel dan Humanis (BETAH) yang mana, rekrutmen atau pendaftaran tidak membayar sepeser pun.

"Kalo ada yang kasih iming-iming pasti masuk polisi, wajib hukumnya tak percaya karena step yang dilakukan sudah berbasis IT. Tak bisa dibohongi. Yang paling penting itu persiapan diri. Bukan instan," katanya.(*)

Berita terkait lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Minta Uang Rp 600 Juta dan Janjikan Dapat Masuk Akpol, Pria di Medan Ditangkap

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved