Piala AFF 2020

Usai Remehkan Timnas Indonesia, Kini Pakar Sepak Bola Asal Eropa Ungkap Masalah Vietnam

Pakar yang telah bekerja di Vietnam selama bertahun-tahun itu mengungkap masalah Vietnam di Piala AFF 2020.

Tribunnews
Bek kiri Timnas Indonesia, Pratama Arhan Alif Rifai dipastikan absen saat laga final leg pertama Piala AFF 2020 kontra Thailand, (29/12/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Pakar sepak bola asal Eropa yang pernah meremehkan Timnas Indonesia mengungkap masalah Timnas Vietnam yang membuat mereka gagal di Piala AFF 2020.

Timnas Vietnam gagal menembus partai final Piala AFF 2020 setelah disingkirkan oleh Timnas Thailand di semifinal.

Vietnam dipastikan tersingkir setelah hanya mampu bermain imbang 0-0 di semifinal leg kedua, Minggu (26/12/2021).

Pada leg pertama, Vietnam harus takluk dengan skor 0-2 dari Thailand melalui dua gol Chanathip Songkrasin.

Baca juga: Waduh, Timnas Indonesia Kehilangan Bek Kiri Andalan Jelang Hadapi Gajah Perang

Alhasil, tim asuhan Park Hang-seo gagal mempertahankan gelar Piala AFF.

Padahal, sebelum turnamen dimulai, Vietnam merupakan tim yang paling difavoritkan untuk menjadi juara.

Di samping berstatus sebagai juara bertahan, Vietnam juga merupakan tim terbaik di Asia Tenggara dengan menempati peringkat 98 FIFA.

Vietnam juga menjadi satu-satunya tim Asia Tenggara yang lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia zona Asia.

Kegagalan Vietnam di Piala AFF 2020 turut mengundang komentar pakar sepak bola asal Slovenia, Jernej Kamensek.

Pakar yang telah bekerja di Vietnam selama bertahun-tahun itu mengungkap masalah Vietnam di Piala AFF 2020.

Baca juga: Pantau Laga Thailand Vs Vietnam, Shin Tae-yong: Kini Saatnya Indonesia Juara

Menurutnya, manajer Timnas Vietnam telah membuat keputusan yang salah dengan membiarkan pemain terus berlatih selama 6 bulan.

"Vietnam di Piala AFF tampil persis seperti yang saya harapkan," kata Kemensek, sebagaimana dikutip SuperBall.id dari Sports 442.

"Menurut pendapat saya, manajer membuat kesalahan dengan membatalkan V-League dan membiarkan para pemain berlatih bersama selama 6 bulan."

"Pemain bukan robot atau objek. Mereka punya emosi dan butuh waktu istirahat."

Halaman
123
Sumber: SuperBall.id
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved