Breaking News:

KKB Papua

27 November 2012 Jadi Catatan Kelam Saat Tito Karnavian Menjabat Kapolda Papua

27 November 2012 dan 27 Desember 2015 menjadi catatan kelam Polda Papua, pasalnya dua Polsekdi serang KKB yang mengakibatkan 6 anggotanya tewas.

Tribunnews/Jeprima
ilustrasi aparat kepolisian 

TRIBUN-PAPUA.COM -  27 November 2012 menjadi sejarah kelam bagi kepolisian daerah Papua, pasalnya salah satu Kantor Kepolisian Sektor di Kabupaten Lannya Jaya diserang kelompok kriminal bersenjata.

Dalam tragedi itu, Ipda Rofli Takubesi yang menjabat Kapolsek Pirime tewas secara tragis bersama dua anggotanya yakni Brigpol Jefrey Rumkoren dan Briptu Daniel Makuker.

Ketiganya mengalami luka tembak dan luka bakar. Sementara itu, satu anggota lainnya atas nama Briptu M.Ghozali selamat karena melarikan diri.

Baca juga: Ones Suhuniap: Otsus Papua Hanyalah Nama yang Kekuasaannya di Ambil Alih Pemerintah Pusat

Ipda Rofli Takubesi tewas secara sadis, dimana dirinya dibakar dibawah tiang bendera sang saka merah putih.

Selain menewaskan tiga prajurit Bhayangkara, Pelaku yang diduga dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) pun membakar bangunan Polsek Pireme dan merebut senjata api.

Penyerangan Mapolsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya, Polres Jayawijaya, dilakukan KKB sekitar pukul 06.00 WIT.

Saat terjadi penyerangan Ipda Rofli Takubesi sempat meminta bala bantuan di  polsekterdekat, namun sayanganya bantuan kekuatan itu di hadang saat menuju Polsek Pirime.

Baca juga: Ini Agenda KNPB di Tahun 2022

Kapolda Papua yang dijabat Irjen Pol Tito Karnavian saat itu menyebutkan pelaku penyerangan berjumlah lebih dari 50 orang.

“Dalam penyerangan tersebut, pelaku juga merampas senjata api laras pensek jenis Revolver milik Kapolsek Pirime dan dua senjata laras panjang jenis AR-15 dan SS1, 1 kotak amunisi revolver, laptop milik Kapolsek 1 unit, dan uang tunai 110 ribu,” jelasnya.

Sementara itu kasus penyerangan kantor Polisi pun terjadi tiga tahun kemudian.

Tepat pada minggu 27 Desember 2015 Polsek Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, diserang kemlompok kriminal bersenjata.

Dalam peristiwa itu yang terjadi pukul 20.45 WIT. Kejadian itu menewaskan 3 anggota polisi dan 7 pucuk senjata api hilang.

Baca juga: Presiden yang Pernah Ijinkan Bendera Bintang Kejora Berkibar di Papua, ini Kisahnya

Adapun kronologi penyerangan yang terjadi sekira pukul 20.30 WIT bermula saat kelompok Gerakan Separatis Papua Bersenjata (GSPB) Yambi melancarkan tembakan pancingan dari Kampug Gigobak ke arah Polsek Sinak, Kabupaten Puncak yang berjarak sekira 70 meter

Sekira dua menit kemudian, kelompok tersebut masuk ke polsek melalui pintu belakang dan langsung melakukan penembakan untuk melumpuhkan personel kepolisian. Alhasil, empat anggota polsek, Bripda Riyan terkena tembakan di tangan, sementara Briptu Ridho, Bripda Arman dan Bripda Ilham tewas di tempat. Namun, dua anggota lain, Briptu Dumata dan Bribda Rian berhasil selamat. Usia menyerang, kelompok tersebut lantas membawa kabur delapan senjata api beserta amunisinya. Senpi yang berhasil digondol ialah dua AK 47, empat Mouser serta sebuah SS1 dan sepeti amunisi campuran.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved