Breaking News:

Tribun Militer

Polri: Nasib Satgas Nemangkawi Diputuskan Januari 2022

Satuan Tugas (Satgas) Nemangkawi merupakan satu diantara Satgas yang bertugas di Papua.

Editor: Roy Ratumakin
(Dok Humas Satgas Nemangkawi)
Personel Satgas Nemangkawi tengah melakukan pengamanan di Lapangan Terbang Beoga, Puncak, Papua, Kamis (15/4/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURASatuan Tugas (Satgas) Nemangkawi merupakan satu diantara Satgas yang bertugas di Papua.

Banyak keberhasilan yang dilakukan Satgas Nemangkawi dalam menjaga Bumi Cenderawasih dari rongrongan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) khususnya di wilayah pegunungan Papua.

Namun, tak sedikit juga anggota Satgas Nemangkawi terluka bahkan gugur dalam menjalankan tugasnya.

Baca juga: Kronologi Satgas Nemangkawi Lumpuhkan Anggota KKB Marten Belau, sempat Kontak Tembak

Satgas yang dibawah komando Kapolda Papua dan Pangdam XVII/Cenderawasih ini bakal dievaluasi kinerjanya dalam waktu dekat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Irjen Pol Rusdi Hartono menyampaikan pihaknya masih mempersiapkan proses evaluasi Satgas Nemangkawi.

"Evaluasi akan dilakukan dan kita menunggu hasilnya, apakah Satgas Nemangkawi di tahun 2022 masih digelar atau tidak, kita masih menunggu itu semua," kata Rusdi dikutip dari laman Kompas.com, Rabu (29/12/2021).

Dikatakan, Satgas Nemangkawi merupakan tim gabungan TNI-Polri yang bertugas menangani situasi keamanan di wilayah Papua.

Menurut Rusdi, jika Satgas Nemangkawi kembali dilanjutkan, evaluasi tersebut tidak menutup kemungkinan mencakup aspek strategi operasi baru.

Baca juga: Kronologi Anggota KKB Tewas Ditembak Satgas Nemangkawi di Intan Jaya Papua

Ia menyampaikan keputusan terkait hasil evaluasi Satgas Nemangkawi baru akan diketahui di awal Januari 2022.

"Nanti pastinya pada awal-awal Januari saya rasa itu sudah ada jawabannya," ujar dia.

Rusdi menjelaskan evaluasi mulai dilakukan setelah masa berlaku Satgas Nemangkawi selesai.

Adapun masa operasi Satgas Nemangkawi di Papua sebelumnya diperpanjang selama enam bulan. Perpanjangan ini mulai berlaku pada 1 Juni 2021.

"Ketika operasi akan selesai maka akan dilakukan analisis dan evaluasi. Itu akan dilakukan," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved