Nasional

Wanita Ini Berlari Tanpa Busana Seusai Dirudapaksa Dalam Mobil

Berkenalan lewat media sosial, seorang wanita PU (21) dirudapaksa oleh teman lelakinya di dalam mobil.

Editor: Roy Ratumakin
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi pelecehan seksual. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Berkenalan lewat media sosial, seorang wanita PU (21) dirudapaksa oleh teman lelakinya di dalam mobil.

Setelah dirudapaksa, korban pun menyelamatkan diri tanpa busana. Kejadian tersebut terjadi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Kasat Reskrim Polres Maros AKP Aris Sumarsono yang dikonfirmasi, Rabu (29/12/2021) mengatakan, korban baru mengenal pelaku ADR (29) melalui media sosial.

Baca juga: Warga Binaloka Merauke Membuat Tanggul Penghalang Ombak

Kronologis kejadian, kata Aris, korban dijemput di rumah indekosnya oleh dua pria, AD (29) dan seorang lagi rekannya yang berusia 19 tahun.

“Dari pertemuan kedua itu, korban kemudian dibawa ke salah satu tempat di Jl Toddopuli Raya Timur, Kota Makassar, Sabtu (25/12/2021). Di situ, mereka pesta miras hingga Minggu (26/12/2021) subuh,” kata Aris dikutip dari laman Kompas.com.

Setelah pesta miras, lanjut Aris, korban meminta untuk diantarkan pulang. Tetapi, pelaku AD meminta mengantar temannya dulu ke daerah Kelurahan Daya, Makassar.

Selanjutnya, korban diantar ke Kabupaten Maros.

“Tapi korban tidak langsung diantar pulang, malah pelaku singgah di jalan poros Maros tak jauh dari perbatasan. Di situ pelaku membelokkan mobilnya masuk ke lorong kecil yang berjarak sekitar 200 meter. Disitulah pelaku melakukan aksinya,” jelasnya.

Baca juga: Mou Dengan Fisip Uncen, Origenes Monim : Kami Harapkan Ada Pengembangan Universitas Adat di Papua 

Aris mengungkapkan, korban sempat melakukan perlawanan. Setelah dirudapaksa di dalam mobil pelaku, korban kemudian kabur menyelamatkan diri dengan keadaan tanpa busana.

“Saat kabur, korban dalam kondisi tanpa busana. Beruntung ada seorang tukang becak yang langsung menolongnya dan membawa korban ke rumah warga untuk diberikan pakaian. Selanjutnya, korban dibawa ke kantor polisi melaporkan peristiwa tersebut,” jelasnya.

Baca juga: Administrasi LPj Sub PON PON Rampung, BTM: Sisa Rp 20 M, Kita Kembalikan 

Dari kasus itu, Aris menegaskan polisi telah menangkap dua orang. Namun dari hasil pemeriksaan polisi, hanya seorang pelaku terbukti melakukan rudapaksa tersebut yakni tersangka AD.

Sedangkan, peran seorang rekannya masih dalam penyelidikan polisi. 

“Tersangka ditangkap saat akan menuju ke Kota Parepare, 4 jam setelah korban melapor. Tersangka AD dikenakan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman hukuman maksimalnya 15 tahun penjara,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved