ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

70 Pendaki Gunung Rinjani Harus Dievakuasi setelah Diduga Ditelantarkan Agen Perjalanan

Sebanyak 70 pendaki asal luar daerah ditelantarkan oleh sebuah agen perjalanan di Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Editor: Claudia Noventa
KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT
Lanskap matahari terbit dari puncak Bukit Pergasingan, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Kamis (19/3/2015). Puncak Bukit Pergasingan menjadi pilihan wisata trekking di Lombok Timur untuk menyaksikan matahari terbit dan lanskap Gunung Rinjani. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Sebanyak 70 pendaki asal luar daerah ditelantarkan oleh sebuah agen perjalanan di Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kegiatan pendakian yang berlangsung di penutup tahun 2021 tersebut menelantarkan para pendaki yang tidak mengenali medan di salah satu pos peristirahatan Gunung Rinjani.

Akibat dari penelantaran itu, beberapa di antaranya mengalami sakit. Demikian juga kabar ada yang pingsan hingga hipotermia.

Beruntung pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) cepat mengidentifikasi keberadaan mereka.

Pertolongan hingga evakuasi pun dilakukan BTNGR bersama warga sekitar Gunung Rinjani.

Baca juga: Kronologi Pengeroyokan Siswa SMA oleh Beberapa Pria Tak Dikenal, sempat Dituding Menyerempet Pelaku

Baca juga: Fakta Kasus Bisnis Sampo Palsu: Pelaku Belajar dari Youtube hingga Pendapatan Rp 200 Juta per Bulan

Sementara itu diketahui, polisi saat ini telah menyelidiki kasus penelantaran puluhan pendaki di Gunung Rinjani yang diduga ulah salah satu agen perjalanan wisata.

"Sesuai informasi yang kami terima, Kapolres Lombok Timur sudah memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut," kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto melalui sambungan telepon, Minggu (2/1/2022), seperti dilansir Antara.

Dari rangkaian penyelidikan, polisi sudah mengambil keterangan sejumlah saksi, termasuk di antaranya pendaki yang menjadi korban.

Dalam penyelidikannya, polisi juga berkoordinasi dengan BTNGR.

Tujuannya, kata Artanto, mengidentifikasi awal mula kelompok pendaki tersebut masuk ke dalam kawasan.

Dari persoalan ini, Artanto mengimbau kepada peminat perjalanan menuju kawasan Gunung Rinjani untuk lebih memahami prosedur pendakian.

Selain mempelajari medan maupun jalur pendakian, alangkah baiknya peminat juga meminta informasi lengkap atau pun rekomendasi dari BTNGR tentang keberadaan agen perjalanan yang mampu memfasilitasi kegiatan pendakian.

Sebagai informasi, ada sekitar 70 pendaki asal luar daerah yang ditelantarkan oleh sebuah agen perjalanan di Gunung Rinjani.(*)

Berita terkait lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Agen Perjalanan Diduga Telantarkan Puluhan Pendaki hingga Hipotermia di Gunung Rinjani, Polisi Mulai Penyelidikan

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved