Breaking News:

KKB Papua

Eksitensi KKB Pimpinan Egianus Meredup, Ini Penjelasan Kapolres Nduga

KKB Pimpinan Egianus Kogoya, Kabupaten Nduga, Papua  saat ini cukup kondusif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Tribun-Papua.com/Ridwan Abubakar Sangaji
Kapolres Nduga, AKBP I Komang Budiartha. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com - Ridwan Abubakar Sangaji

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Meski menjadi basis Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya, Kabupaten Nduga, Papua  saat ini cukup kondusif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kapolres Nduga AKBP I Komang Budiartha mengungkapkan eksistensi KKB pimpinan Egianus Kogoya saat ini telah menurun, namun tidak menutup kemungkinan meningkatkan di kemudian hari.

"Ya saat ini seperti dilihat tidak ada aksi dari mereka," kata Komang kepada Tribun-Papua.com saat ditemui di Mapolda Papua, Selasa (4/1/2022).

Baca juga: 10 Kompi Brimob Nusantara Diterjunkan Polda Papua ke Yalimo, Ada Apa?

Meski tidak ada aksi, namun pihaknya tetap konsisten dalam pengawasan serta membangun koordinasi dengan satgas yang ada.

"Kami terus bangun komunikasi dengan rekan-rekan di Nduga, termasuk para tokoh yang ada," ujarnya.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melalui akun Facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) memberikan pernyataan atas pembantaian puluhan pekerja PT Istaka Karya.
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melalui akun Facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) memberikan pernyataan atas pembantaian puluhan pekerja PT Istaka Karya. (FACEBOOK.COM/TPNPB)

Diketahui eksistensi KKB pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga mulai mencuri perhatian publik pada medio 2018.

Dimana Egianus Kogoya cs telah membunuh 19 pekerja jalan Trans Papua dari PT Istaka Karya.

Baca juga: Protes Sidang 6 Tersangka Penyerangan Posramil Kisor, Kuasa Hukum: Pemindahan ke Makassar Senyap

Selain itu sepanjang medio 2019 hingga 2020 kelompok Egianus cs terus melakukan aksi penyerang baik terhadap warga sipil hingga aparat gabungan.

Terkahir, aksi KKB tersebut yakni melakukan penyerangan terhadap Pos TNI dari Satun Yon 751 di Distrik Mapenduma. Dari aksi tersebut, satu perwira TNI berpangkat Letda mengalami luka tembak. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved