Breaking News:

Papua Terkini

Generasi Muda Papua di Kota Jayapura Semakin Cinta Batik

Para generasi muda atau yang dikenal dengan millenial semakin mencintai batik, khususnya kemeja batik.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
CINTA BATIK - Para kawula muda di Kota Jayapura semakin menggemari Batik, dengan berbelanja ria di salah satu pusat Batik di Kota Jayapura Papua, Selasa (4/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Para generasi muda atau yang dikenal dengan millenial semakin mencintai batik, khususnya kemeja batik.

Hal itu terlihat dari berbagai event-event yang ada di Kota Jayapura, biasanya selalu menampilkan baju batik khas Papua sebagai salah satu produk UMKM lokal.

Selain itu, berdasarkan pantauan Tribun-Papua.com Selasa (4/1/2022), di salah satu pusat penjualan Batik Kota Jayapura, terlihat para kaum muda Papua, antusias berbelanja Batik.

Baca juga: Mantan Kepsek di Batam Korupsi Dana BOS Rp 830 Juta, Dipakai Berlibur Keluarga dan Guru ke Malaysia

Kepada Tribun-Papua.com, warga Kelurahan Argapura, Baldus C Muguri (24) mengatakan, dirinya sangat menyukai Batik dalam berpakaian kesehariannya.

"Saya memang suka batik dan cinta dengan Batik, ini awal tahun jadi ada acara pernikahan keluarga, sehingga kita mau cari Batik untuk keluarga," katanya.

Dikatakan Baldus, saat ini Batik tidak terkesan tua, kolot, dan ketinggalan zaman, tetapi sebaliknya dengan tren mode yang semakin kekinian, membuat Batik digemari olehnya.

"Iya sekarang kan sudah maju yah, jadi Baju Batik saja sudah ada modelnya dan trennya dibuat untuk anak muda, jadi tetap kece kalau dipakai kami generasi muda," tambahnya.

Menurut Baldus, generasi muda harus lebih meningkatkan rasa cintanya Batik, dengan memakai baju Batik dalam bekerja dan beraktivitas lainnya.

Baca juga: Di Depan Warga, Pemuda di Medan Duel dan Tusuk Temannya hingga Tewas

"Saya sih mau mengajak anak-anak muda, khususnya anak Papua untuk dapat menyukai Batik, karena sekarang kan sudah ada Batik Papua, ada motif-motif adat yang digambar," jelasnya.

Di lain sisi, penyuka Batik yang ditemui Tribun-Papua Lidya (26), mengatakan Batik ialah identitas bangsa yang harus dilestarikan.

"Kalau bukan kitong (kita) anak muda, mo (mau) siapa lagi," jawabnya singkat.

Dijelaskan Lidya, dirinya menyukai Batik bermotif Burung Cenderawasih dan Tifa Papua, selain itu secara umum ia sangat menyukai Batik Tulis. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved