Breaking News:

Papua Terkini

Pesan Gubernur Lukas Enembe di HUT Konvensi Internasional Penghapusan Segala Bentuk Rasial

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan kesetaraan bukanlah sekadar tujuan.

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua
Gubernur Papua, Lukas Enembe. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Konvensi Internasional Penghapusan Segala Bentuk Rasial yang ke 53 tahun, Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan kesetaraan bukanlah sekadar tujuan.

"Kesetaraan bukanlah sekedar tujuan, melainkan gagasan kemanusiaan yang senantiasa kita perjuangkan," kata Gubernur Lukas kepada awak media termasuk Tribun-Papua.com di Jayapura, Selasa (4/01/2022).

Baca juga: Sosok Sam Victor Rumbiak, dari Jual Kangkung Hingga Raih Master di Australia

Menurut Gubernus Lukas, persaudaraan bukanlah akhir tetapi awal dari rasa persatuan.

Diketahui, Konvensi Internasional Penghapusan Segala Bentuk Rasial ini di sepakati Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) berasarkan prinsip, martabat dan kesederajatan yang melekat pada semua umat manusia.

Dengan hal itu, maka pada 4 Januari 1949, PBB beserta seluruh negara anggota di dunia bersepakat untuk menetapkan Konvensi Internasional Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Rasial.

Hal tersebut bertujuan untuk memajukan dan mendorong penghormatan dan pematuhan hak asasi manusia dan kebebasan mendasar bagi semua tanpa membedakan ras, jenis kelamin, bahasa atau agama.

Seperti yang dilansir dari elsam.or.id, dalam deklarasi universal hak asasi manusia telah diproklamasikan, semua umat manusia dilahirkan dengan kebebasan dan kesederajatan dalam bermartabat serta hak-hak kebebasan tanpa perbedaan apapun, khususnya ras, warna kulit atau pun asal usul kebangsaan.

Baca juga: Info CPNS 2021: Jadwal Pengumuman Hasil Sanggah, serta Dokumen yang Perlu Disiapkan

Hal ini berarti, umat manusia sederajat di hadapan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama terhadap segala bentuk diskriminasi dan hasutan.

Hal ini guna unutuk memajukan pengertian antar ras dalam membangun masyarakat internasional yang bebas dari segala bentuk pengucilan dan diskriminasi rasial. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved