Breaking News:

Papua Terkini

Cegah Stunting, Ibu Hamil Harus Rutin Periksa Kandungan di Fasilitas Kesehatan 

Warga kota, khususnya ibu hamil, diminta rutin memeriksakan kandungannya ke rumah sakit, puskesmas, maupun posyandu. 

Tribun-Papua.com/ Gratianus Silas
Wakil Walikota Jayapura Rustan Saru saat Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, saat tinjau pelayanan puskesmas, Selasa (4/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Gratianus Silas 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Terselip dalam peninjauan puskesmas di beberapa hari belakangan ini, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, ikut mengontrol penanganan stunting bagi warga masyarakat. 

Warga kota, khususnya ibu hamil, diminta rutin memeriksakan kandungannya ke rumah sakit, puskesmas, maupun posyandu. 

Baca juga: Jalan Berlubang dan Kurangnya Atap, Irlan Marthin: Terminal Mesran Harus Dibenahi 

Sebab, masa 1.000 hari pertama kehidupan anak, sejak 270 hari dalam kandungan, melahirkan, hingga 730 hari pada dua tahun pertama kehidupan anak mesti diperhatikan karena ini adalah periode emas yang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak hingga dewasa. 

"Karena warga yang lepas kontrol dari mulai hamil hingga melahirkan, yang tidak rutin periksa, sehingga mereka tidak memenuhi gizi secara teratur. Akibatnya, begitu melahirkan, anaknya bisa stunting," ungkap Rustan Saru, Rabu (5/1/2022). 

Baca juga: Ini Tiga Penyakit yang Paling Banyak Jadi Keluhan Warga Kota Jayapura 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari, berkomitmen mewujudkan visi-misi Wali Kota - Wakil Wali Kota Jayapura dalam penurunan angka stunting. 

"Kita wujudkan penanganan stunting di Kota Jayapura. Sebab, kalau lingkungan kita tidak baik, air kita tidak bersih, maka stunting tidak bisa kita hilangkan di Kota Jayapura," jelas Ni Nyoman Sri Antari. 

Baca juga: 8 Tahun Kasus Stunting di Kota Jayapura Menurun

Makanya diperlukan dukungan semua pihak agar stunting bisa ditangani secara optimal di Kota Jayapura. 

Sebelumnya, Antari memaparkan, pada 2013 angka stunting di Kota Jayapura sebesar 34,1 persen, turun di angka 30,2 persen pada 2018, turun lagi di angka 25 persen pada 2019 dan15,9 persen pada 2020, hingga tinggal 10 persen di akhir 2021 lalu.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved