Vaksinasi di Papua

Papua Siap Laksanakan Vaksin Booster Meski Masih Menunggu Juknis Kemenkes

Sesuai informasi Kemenkes, vaksin tersebut diberikan kepada daerah yang telah mimiliki syarat cakupan melebihi 70 di dosis pertama dan 60 persen dosis

Tribunnews.com
ILUSTRASI Vaksinasi Covid-19. Tenaga kesehatan harus kreatif beri sosialisasi vaksinasi Covid-19 di daerah terpencil. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Papua sudah siap melaksanakan vaksinasi booster pada beberapa daerah, namun masih menunggu juknis Kemeterian Kesehatan (Kemenkes).

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Aaron Rumainum di Jayapura pada Rabu (5/01/2022).

Baca juga: Vaksinasi Anak, Para Orangtua di Kota Jayapura Tak Keberatan

"Sebanyak lima daerah di Papua seperti Merauke, Kota Jayapura, Mimika, Keerom, dan Boven Digoel sudah siap laksanakan vaksinasi dosis ketiga atau vaksinasi booster, tetapi kami masih tunggu petunjuk teknis atau Juknis dari Kemenkes," kata Aaron kepada awak media, termasuk Tribun-Papua.com.

Menurutnya, sesuai informasi Kemenkes, vaksin tersebut diberikan kepada daerah yang telah mimiliki syarat cakupan melebihi 70 di dosis pertama dan 60 persen dosis ke dua.

"Kalau dilihat sejauh ini, cakupan dosis pertama di Papua sendiri, seperti Merauke sudah 80 persen, kota Jayapura, Mimika dan Keerom sudah lewat 70 persen serta Boven Digoel mendekati 70 persen."

Baca juga: Juara Lomba Hias Pondok Natal Diumumkan, Hadianya Cukup Fantastis: Cek Daerah Anda

"Untuk dosis kedua sendiri, seperti di Merauke sudah 60 persen. Sementara kota Jayapura, Mimika, Keerom  dan Boven Digoel juha itu sudah bisa dikatakan mendekati 60 persen,” jelasnya.

Selain itu menunggu juknis, kata Aaron, hingga saat pihaknya juga masih menunggu distribusi vaksin booster dari Kemenkes ke Papua.

Baca juga: Uang Insentif Nakes Diduga Ditarik Kesdam II Sriwijaya, Begini Respon Panglima TNI Andika Perkasa

"Kita belum tau vaksin booster yang dikirim oleh Kemenkes seperti apa. Tapi booster atau penguat itu dilakukan, karena kalau kita melakukan pemeriksaan darah itu kadar anti body baik melalui rapid anti body maupun rapid yang lainnya pasti sudah turun, jadi memang perlu vaksinasi booster atau penguat,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved