Vaksinasi di Papua Disebut Terendah se-Indonesia, Kapolda Fakiri Keluhkan Data Kependudukan

Capaian vaksinasi di Papua baru mencapai 20,74 persen atau yang terendah di Indonesia, berdasarkan data Satgas Covid-19 Papua.

Tribun-Papua.com/Ridwan Abubakar Sangaji
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Capaian vaksinasi di Papua baru mencapai 20,74 persen atau yang terendah di Indonesia, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 Papua, hingga 30 Desember 2021.

Atas hal itu, Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakiri meminta data kependudukan diverifikasi ulang karena dianggap tidak sesuai dengan yang ada di lapangan.

Data itu yang dituding Fakiri sebagai penyebab persentase capaian vaksinasi Covid-19 di Papua berada di urutan paling rendah di Indonesia.

"Harus kita membuka diri untuk mengoreksi untuk hal-hal yang baik, vaksin ini kan baik. Kita harus mengubah (data kependudukan) supaya menggunakan data riil," ujarnya di Jayapura, Kamis (6/1/2022).

Baca juga: Sopir Ambulans Gendong Pasien Gara-gara Jalan ke RS Rusak Parah: Ini Rasa Kemanusiaan

Baca juga: Oknum Polisi Dilaporakan Warga Bandar Lampung, Diduga Gelapkan Sepeda Motor

Fakiri menegaskan, data kependudukan yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tidak dapat dijadikan acuan jumlah sasaran vaksinasi, terutama di wilayah pegunungan.

"Terus terang bagi kami di Polri data sasaran vaksin itu tidak realitas, fiktif bagi saya. Ini perlu kita benahi bersama," kata dia.

Akui Vaksinasi Terhambat

Meski begitu, Fakiri mengakui bahwa ada hambatan dalam menjalankan program vaksinasi. Terutama di wilayah pegunungan yang masih ada penolakan dari masyarakat.

Namun pihaknya optimis hal tersebut bisa diatasi dengan adanya sosialisasi secara komprehensif.

"Di gunung yang paling mudah bisa kita sentuh itu ASN, para pedagang, pekerja, ini kita vaksin semua," katanya.

Baca juga: Update Covid-19 di Papua dan Papua Barat, Kamis 6 Januari 2022: Total Kasus 58.105

Fakiri mengaku sudah berkirim surat ke Badan Pusat Statistik (BPS) Papua untuk memperbaiki data kependudukan.

Bahkan, pihaknya bersedia untuk dilibatkan jika akan dilakukan sensus penduduk ulang untuk mendapat angka pasti jumlah penduduk di Papua.

"Bukan tugas kita untuk mendata masyarakat, itu bagian pemerintah daerah dan BPS. Kalau mereka mau mendata dengan benar, mari kita bekerja bersama-sama supaya Papua ke depan mempunyai validasi data," kata Fakiri.

Sementara itu, BPS Papua telah merilis hasil Survei Penduduk 2020 pada akhir 2021 lalu. Hasilnya, jumlah penduduk Papua sebanyak 4,3 juta jiwa atau mengalami kenaikan 1,47 juta jiwa dibanding data tahun 2010.

(*)

Berita Daerah Lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Capaian Vaksinasi Terendah se-Indonesia, Kapolda Papua Sebut karena Data Kependudukan Tidak Sesuai"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved