Kamis, 30 April 2026

Banjir Jayapura

Begini Penjelasan BMKG Soal Bencana Banjir dan Longsor di Jayapura

Bencana yang menewaskan enam orang dan membuat 500 orang mengungsi itu akibat hujan yang turun dengan intensitas tinggi dan ekstrem.

Tayang:
Istimewa
Wilayah Distrik Abepura tepatnya di jalan baru Pasar Youtefa tampak pemukiman warga terendam banjir. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kota Jayapura, Papua, dilanda bencana banjir dan tanah longsor, Jumat (7/1/2022). 

Bencana yang menewaskan enam orang dan membuat 500 orang mengungsi itu akibat hujan yang turun dengan intensitas tinggi dan ekstrem.

Hujan itu turun sejak Kamis (6/1/2022) malam hingga Jumat (7/1/2021) dini hari.

"Hujan dengan intensitas sangat lebat atau ekstrem di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura serta Keerom disebabkan adanya perpaduan gelombang atmosfer yang meningkatkan labilitas atmosfer di wilayah Papua," kata Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura, Cahyo Nugroho di Jayapura, Jumat.

Baca juga: Hujan Mengguyur Kota Jayapura, Pasar Youtefa Abepura Tenggelam

Baca juga: Cuaca Buruk di Jayapura, Angkasapura: Layanan Penumpang di Bandara Sentani Normal

Menurut dia, terdapat daerah pumpunan atau kumpulan angin di wilayah Papua bagian utara sehingga meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif. Nilai kelembaban relatif (RH) yang relatif basah pada lapisan 850-200 mb yaitu berkisar antara 70-90 persen juga mendukung pertumbuhan awan hujan.

"Citra satelit cuaca menunjukkan adanya awan-awan hujan mulai pukul 20.00 WIT pada 6 Januari 2022 hingga pukul 07.00 WIT pada 7 Januari 2022 yang menyebabkan hujan dengan intensitas bervariasi yakni sedang hingga ekstrem terjadi di wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Keerom," jelas Cahyo.

Dia menjelaskan, total curah hujan tertinggi satu hari pada 6 Januari 2022 di wilayah Kota Jayapura yakni 338,6 mm per hari tertakar di Distrik Jayapura Utara.

Di lokasi tersebut, terdapat beberapa lokasi tanah longsor yang menyebabkan enam orang meninggal dunia.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak enam orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda Kota Jayapura, Papua, pada Jumat (7/1/2022).

Baca juga: Papua Terendah Capaian Vaksinasi se-Indonesia, Kapolda: Karena Data Kependudukan Tidak Sesuai

Selain itu, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura mencatat sebanyak 500 orang mengungsi ke rumah kerabat terdekat. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjelasan BMKG tentang Bencana Banjir dan Longsor di Jayapura yang Sebabkan 500 Orang Mengungsi"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved