Breaking News:

Banjir Jayapura

Butuh Bantuan Bencana, Tim Tanggap Darurat Sediakan Call Center

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura bergerak cepat dalam melakukan penanganan bencana banjir dan longsor.

Istimewa
Kondisi Distrik Abepura di Kota Jayapura yang menjadi salah satu wilayah terdampak banjir, Sabtu (8/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Gratianus Silas

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura bergerak cepat dalam melakukan penanganan bencana banjir dan longsor.

Setelah membentuk tim penanganan dan posko tanggap bencana, call center juga langsung dibuka.

Tujuannya, seluruh warga masyarakat terdampak banjir dan longsor yang butuh bantuan maupun perihal kebutuhannya, maka dapat menghubungi call center di nomor 0813-44-65-1177.

Baca juga: 2 Anak Presiden Digugat Dosen UNJ, Jokowi Diminta Hadir

Sedangkan untuk bantuan sosial dari masyarakat, Rustan menjelaskan bahwa penyalurannya dilakukan secara terpadu di posko induk tanggap darurat di GOR Waringin.

"Jadi, semua bantuan harus disalurkan ke posko induk di GOR Waringin. Kalau ada bantuan sosial dari masyarakat, baik perorangan, paguyuban, BUMN, BUMD, perbankan, perhotelan, organisasi masyarakat, maupun komunitas masyarakat, maka disalurkan di posko induk di GOR Waringin," kata Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru, Senin (10/1/2022).

Nanti kemudian disalurkan lagi oleh petugas tanggap bencana di posko pembantu di masing-masing wulayah yang tersedia.

"Kecuali untuk makanan siap saji, boleh langsung disalurkan di lapangan, tanpa melalui posko induk. Namun harus tetap berkomunikasi dan berkoordinasi dengan petugas kita di lapangan agar penyalurannya tertib dan teratur," ujarnya.

Rustan menjelaskan, pihaknya telah mendirikan posko banjir bagi warga yang terdampak.

Baca juga: Tetap Waspada Banjir dan Longsor Susulan, Februari Tingginya Curah Hujan di Kota Jayapura

"Ada tiga posko pembantu, di wilayah SMAN 4 Jayapura, Pasar Youtefa Abepura, dan Perumahan Organda," ungkap Rustan Saru Minggu (9/1/2022).

Sementara posko pengungsian dibangun di dua titik, yakni GOR Trikora Abepura dan Diklat Kemensos di Tanah Hitam.

"Untuk posko pengungsian GOR Trikora Abepura itu ada 198 orang di sana, sedangkan di Diklat Kemensos ada 12 orang," tambahnya.

Sementara posko induk sekaligus media center ditempatkan di GOR Waringin. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved