Breaking News:

KKB Papua

Ini Rencana Presiden Jokowi Temui Eks KKB dan Tanggapan Polda Papua

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) acap kali melakukan teror kepada masyarakat sipil.

Editor: Roy Ratumakin
Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau pameran Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista) di sekitar Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (5/10/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) acap kali melakukan teror kepada masyarakat sipil.

Bahkan, KKB di Papua banyak melakukan pembunuhan kepada warga sipil dan juga kepada aparat keamanan dalam hal ini TNI-Polri.

Namun, dari KKB tersebut sudah ada yang kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Baca juga: Video Detik-detik Diduga KKB Berondong Tembakan dari Lereng Bukit Seorang Diri, Lewati Jalur Terjal

Kembalinya para KKB tersebut mendapat respon positif dari negara. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin bertemu langsung dengan para eks KKB tersebut.

Hal ini diungkapkan Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri belum lama ini di Jayapura.

"Memang benar Presiden beberapa waktu lalu menyatakan bersedia menemui mantan KKB yang sudah sadar dan ingin bersama saudaranya membangun daerah,” kata Kapolda Fakhiri dikutip dari laman Kompas TV, Sabtu (25/12/2021).

Namun, kata Kapolda Fakhiri, mantan KKB tersebut harus benar-benar tidak lagi menebar aksi teror bersenjata di Papua.

Baca juga: Pascabanjir, Pasar Sentral Youtefa Dipenuhi Sampah hingga Berbau Busuk

Keinginan Presiden Jokowi tersebut pun akhirnya direspon oleh Polda Papua dengan meminya tokoh agama turut mengambil peran dalam memberikan pemahaman kepada KKB.

Hal itu perlu dilakukan agar mereka tidak lagi mengganggu warga dan aparat keamanan, tetapi turut serta secara aktif membangun daerahnya Papua.

Baca juga: Nduga Kondusif dari Aksi KKB Egianus, Kapolres: Kami Terus Bangun Komunikasi dengan Tokoh

"Peran tokoh agama sangat penting karena kelompok yang belum sepaham dengan kita bila terus didekati, saya yakin suatu saat mereka akan sadar,” ujar Kapolda Fakhiri.

 “Apalagi Polda Papua membuat terobosan dengan merekrut 2.000 bintara melalui Program Bintara Noken yang dibiayai melalui dana Otonomi Khusus,” sambung Kapolda Fakhiri.

Saat ini, dari 2.000 calon bintara itu, sebanyak 1.998 orang telah dilantik. Mereka nantinya ditugaskan di daerah asal mereka atau Polres di mana mereka mendaftar. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved